
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan kepada ibu hamil.
JawaPos.com–Guna meningkatkan kesadaran tentang preeklamsia dan tanda-tanda bahaya yang mengancam jiwa, setiap 22 Mei diperingati Hari Preeklampsia Sedunia. Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Kondisi itu biasanya terjadi ketika usia kehamilan mencapai 20 minggu.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau setiap ibu hamil waspada dan tetap menjaga kesehatan tubuh agar tidak terjadi preeklampsia dan komplikasi dengan rajin melakukan screening. Pemeriksaan dan screening wajib dilakukan terutama bagi ibu hamil risiko tinggi.
”Ibu hamil harus rajin dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala pada bidan maupun puskesmas terdekat. Sebab dengan pemeriksaan rutin, potensi bahaya preeklampsia bisa dihindari,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi pada Hari Preeklampsia Sedunia, Senin (22/4).
Gubernur Khofifah mengajak para ibu hamil melakukan deteksi dini di pusat layanan kesehatan setempat. Itu untuk mengetahui berapa besar potensi terjadi preeklampsia.
”Jadi ketika nakes melihat adanya potensi (preeklampsia) langkah tindakan akan segera dilakukan,” ujar Khofifah.
Khofifah menyebut, kematian ibu masih menjadi masalah di beberapa daerah. Dalam upaya menekan angka kematian ibu khususnya karena faktor preeklampsia bisa diselesaikan dengan meningkatkan mutu layanan, kolaborasi antar puskesmas, RS, dinkes, perawat, dan Obgin.
”Jadi akses layanan kesehatan ini harus lebih mudah. Kolaborasi lebih intensif. RS, puskesmas, ibu, obgin, dan perawat, diedukasi. RS lebih cepat respons, pelayanan lebih baik agar ibu tertolong,” jelas Khofifah.
Sementara itu, upaya Pemprov Jatim menekan angka kematian ibu (AKI) membuahkan hasil menggembirakan. Berdasar data Dinas Kesehatan Jawa Timur, jumlah kematian ibu pada 2022 sebanyak 499 kasus. Angka itu jauh lebih rendah dibanding 2021 yakni 1.279 kasus.
”Seluruh upaya yang memungkinkan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi Ibu hamil akan kami prioritaskan. Karena sekali lagi, preeklampsia adalah permasalahan yang harus segera dituntaskan,” ucap Khofifah.
Khofifah menambahkan, pencegahan dan penanganan preeklampsia sangat bergantung pada kondisi layanan kesehatan. Oleh sebab itu, setiap unit pelayanan kesehatan untuk turut menjadi garda terdepan.
”Garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat baik pemprov hingga tenaga kesehatan dan para penyuluh harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang preeklampsia,” kata Khofifah.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
