Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Mei 2023 | 05.35 WIB

Gubernur Edy Copot Kadis PUPR Sumut Gara-gara Jalan Rusak yang Ditinjau Jokowi

Wali Kota Medan Bobby Nasution (kiri) bersama Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi  dalam satu kesempatan menghadiri sebauh acara di Medan. - Image

Wali Kota Medan Bobby Nasution (kiri) bersama Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam satu kesempatan menghadiri sebauh acara di Medan.

JawaPos.com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mencopot jabatan Bambang Pardede sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut.

Kepala Badan Kepegawaian Darerah (BKD) Provinsi Sumut, Safruddin, di Medan, Jumat, mengatakan pencopotan Bambang Pardede dari Kadis PUPR Sumut, lantaran kinerja kurang baik terkait proyek infrastruktur senilai Rp2,7 triliun.

"Di tahun 2022, realisasinya hanya 23 persen, hanya sebatas uang muka. Setelah Oktober 2022, amanat diberikan dikasih waktu 6 bulan, untuk memberikan memperbaikinya kinerja. Kalau dihitung sudah 7 bulan lebih," ujar Safruddin seperti dikutip Antara, Jumat (19/5).

Baca Juga: Survei Kemenkes, 90 Persen Orang Indonesia Kurang Serat

Safruddin menyebutkan pencopotan Bambang bersamaan dengan Presiden Joko Widodo mengecek jalan rusak di Desa Sialang Taji, Kecamatan Waluh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Rabu (17/5/2023).

"17 Mei 2023, sore diserahkan sama Bambang. SK (pencopotan) diserahkan kepada Bambang melalui sekretaris," katanya.

Safruddin mengungkapkan untuk Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Sumut, ditunjuk Kepala Bidang Pembangunan Dinas PUPR Sumut, Marlindo Harahap hingga terpilih Kadis PUPR Sumut definitif.

Baca Juga: Akhirnya Tahu Wajah Inara Rusli, Warganet: Spek Bidadari Kayak Gini Dikhianati

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Arief S Trinugroho mengatakan Pemerintah Provinsi Sumut akan membuka lelang jabatan Kadis PUPR Sumut, menggantikan Bambang Pardede dan menetapkan Kadis PUPR Sumut definitif.

"Dibebastugaskan, sudah kosong. Bambang ini, eselon II dan tunjangan kinerja masih melekat, setelah administrasi lengkap baru seleksi kita buka, kita masih evaluasi," ujar Arief.

Untuk diketahui pengerjaan mega proyek tersebut, tengah berjalan dilakukan PT Waskita Karya bersama KSO. Tahapan progres pengerjaan sudah 38,08 persen.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore