
Ilustrasi beras zakat fitrah.
JawaPos.com–Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bali kumpulkan sebanyak Rp 2,1 juta zakat fitrah yang masuk langsung melalui rekening bank badan sosial tersebut.
”Dibandingkan tahun lalu ada kenaikan. Pada 2022 sebanyak Rp 1,3 juta,” kata Wakil Ketua Baznas Bali Ujang Eddy Alminangkabawi seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Sabtu (22/4).
Dia menjelaskan, pengumpulan zakat fitrah itu berpotensi akan bertambah. Sebab, Baznas di sembilan kabupaten dan kota di Bali, Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), belum melaporkan pengumpulan zakat fitrah.
Da menyebutkan, lembaga tersebut akan melaporkan total zakat fitrah kepada Baznas Bali satu bulan setelah Salat Idul Fitri. Sedangkan zakat fitrah dalam bentuk beras atau kebutuhan pokok, lanjut dia, belum terkumpul hingga pelaksanaan shalat Id selesai.
Baznas Bali awalnya mengutamakan penerimaan zakat fitrah dalam bentuk beras atau kebutuhan pokok, selain dalam bentuk uang. Ada pun minimal beras zakat fitrah itu adalah 2,5 kilogram atau jika dirupiahkan setara dengan Rp 40 ribu per jiwa sesuai besaran zakat fitrah melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI).
Besaran zakat fitrah Rp 40 ribu itu sesuai Surat Keputusan Ketua Baznas Provinsi Bali Nomor 150 Tahun 2003 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah untuk Wilayah Denpasar.
Ujang menambahkan, zakat fitrah yang sudah terkumpul itu diberikan kepada fakir miskin salah satu di antaranya yang berada di sekitar kantor Baznas Bali.
”Kami bagikan kepada fakir miskin di sekitar kantor Baznas siapapun dia tanpa memandang agama, asal,” tutur Ujang Eddy Alminangkabawi.
Sementara itu, pada 2023, pihaknya memiliki target penerimaan zakat mal dan sedekah mencapai Rp 5 miliar. Hingga Februari 2023, sudah terkumpul sekitar Rp 1,5 miliar seiring perbaikan ekonomi di Bali setelah pandemi Covid-19.
Untuk 2022, pihaknya mengumpulkan sekitar Rp 1,25 miliar zakat dari target Rp 5 miliar. ”Meski belum mencapai target, tapi capaian itu ada peningkatan sehingga kami bisa melaksanakan program sosial,” imbuh Ujang Eddy Alminangkabawi.
Dia menjelaskan belum tercapainya target itu karena situasi pandemi Covid-19 yang menyebabkan kegiatan ekonomi di Bali terpuruk. Meski demikian, capaian itu sudah meningkat dibandingkan pada 2021 yang mencapai sekitar Rp 800 juta.
Dia menjelaskan, zakat itu disalurkan ke lima program sosial. Di antaranya bantuan pendidikan bagi anak kurang mampu, bedah rumah tidak layak huni, bantuan bagi kaum duafa, hingga kegiatan Islami lainnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
