Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 April 2023 | 23.16 WIB

Baznas Bali Kumpulkan Rp 2,1 Juta Zakat Fitrah

Ilustrasi beras zakat fitrah. - Image

Ilustrasi beras zakat fitrah.

JawaPos.com–Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bali kumpulkan sebanyak Rp 2,1 juta zakat fitrah yang masuk langsung melalui rekening bank badan sosial tersebut.

”Dibandingkan tahun lalu ada kenaikan. Pada 2022 sebanyak Rp 1,3 juta,” kata Wakil Ketua Baznas Bali Ujang Eddy Alminangkabawi seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Sabtu (22/4).

Dia menjelaskan, pengumpulan zakat fitrah itu berpotensi akan bertambah. Sebab, Baznas di sembilan kabupaten dan kota di Bali, Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), belum melaporkan pengumpulan zakat fitrah.

Da menyebutkan, lembaga tersebut akan melaporkan total zakat fitrah kepada Baznas Bali satu bulan setelah Salat Idul Fitri. Sedangkan zakat fitrah dalam bentuk beras atau kebutuhan pokok, lanjut dia, belum terkumpul hingga pelaksanaan shalat Id selesai.

Baznas Bali awalnya mengutamakan penerimaan zakat fitrah dalam bentuk beras atau kebutuhan pokok, selain dalam bentuk uang. Ada pun minimal beras zakat fitrah itu adalah 2,5 kilogram atau jika dirupiahkan setara dengan Rp 40 ribu per jiwa sesuai besaran zakat fitrah melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI).

Besaran zakat fitrah Rp 40 ribu itu sesuai Surat Keputusan Ketua Baznas Provinsi Bali Nomor 150 Tahun 2003 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah untuk Wilayah Denpasar.

Ujang menambahkan, zakat fitrah yang sudah terkumpul itu diberikan kepada fakir miskin salah satu di antaranya yang berada di sekitar kantor Baznas Bali.

”Kami bagikan kepada fakir miskin di sekitar kantor Baznas siapapun dia tanpa memandang agama, asal,” tutur Ujang Eddy Alminangkabawi.

Sementara itu, pada 2023, pihaknya memiliki target penerimaan zakat mal dan sedekah mencapai Rp 5 miliar. Hingga Februari 2023, sudah terkumpul sekitar Rp 1,5 miliar seiring perbaikan ekonomi di Bali setelah pandemi Covid-19.

Untuk 2022, pihaknya mengumpulkan sekitar Rp 1,25 miliar zakat dari target Rp 5 miliar. ”Meski belum mencapai target, tapi capaian itu ada peningkatan sehingga kami bisa melaksanakan program sosial,” imbuh Ujang Eddy Alminangkabawi.

Dia menjelaskan belum tercapainya target itu karena situasi pandemi Covid-19 yang menyebabkan kegiatan ekonomi di Bali terpuruk. Meski demikian, capaian itu sudah meningkat dibandingkan pada 2021 yang mencapai sekitar Rp 800 juta.

Dia menjelaskan, zakat itu disalurkan ke lima program sosial. Di antaranya bantuan pendidikan bagi anak kurang mampu, bedah rumah tidak layak huni, bantuan bagi kaum duafa, hingga kegiatan Islami lainnya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore