
Peserta program live in dan field trip BCA berkunjung ke Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi.
JawaPos.com–Pengembangan wisata dalam negeri berbasis desa tidak hanya butuh tangan-tangan pemerintah. Namun, diperlukan banyak tangan dari pihak lain.
BCA punya cara untuk ikut serta mengembangkan potensi wisata desa di Jawa Timur. Melalui program Desa Binaan Bakti BCA, BCA mengundang sejumlah pelajar dari Jakarta untuk tinggal dan menjalani keseharian (live in) di desa.
Beberapa waktu lalu, 100 pelajar dan staf pengajar High Scope berkunjung ke Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi.
”Kehadiran siswa dan staf pengajar di desa dalam rangka live in maupun field trip diharapkan semakin mengasah keterampilan pengurus desa yang merupakan bagian dari komitmen BCA dalam mengembangkan Desa Binaan Bakti BCA,” kata EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.
Hera mengungkapkan, program live in dan field trip dengan jumlah peserta yang besar itu menjadi kesempatan bagi pengurus desa wisata dalam mengasah keterampilan menerima tamu dalam jumlah besar.
”Sebagai pihak yang menjembatani program ini, BCA mengapresiasi pendekatan wisata yang mengedepankan nilai-nilai kultural kepada anak muda,” jelas Hera.
Program Desa Binaan BCA berlangsung sejak 2012 dan mengayomi 15 Desa Binaan Bakti BCA di seluruh Indonesia.
Hera memastikan, program tersebut bertujuan melatih para pengurus Desa Binaan Bakti BCA.
”Untuk mempertahankan tradisi dan seni budaya khas desa dan memperkenalkannya ke publik, serta meningkatkan kemampuan desa dalam mengelola potensi wisatanya sehingga meningkatkan perekonomian desa,” papar Hera.
Selain di Banyuwangi, beberapa waktu sebelumnya lebih kurang 200 pelajar dan staf pengajar dari SMP Santa Laurensia Alam Sutera berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari, Jogjakarta.
Sementara itu, Kepala BCA KCU Banyuwangi Edwin Christian menambahkan, pihaknya senang karena Desa Wisata Tamansari menjadi pilihan tempat bagi sekolah High Scope Indonesia untuk melakukan program live in dan community service.
Menurut dia, kunjungan siswa dapat meningkatkan kapabilitas pengurus desa dalam menangani wisatawan dalam jumlah besar. Selain itu, memberikan pengalaman yang berkesan ketika mengunjungi desa.
Menurut Edwin, program wisata edukasi memungkinkan desa untuk mengembangkan potensi ekonomi.
”Semakin terampil para pengurus mengolah potensi wisata desanya, semakin kencang perputaran roda perekonomian di desa tersebut,” ujar Edwin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
