
TRAGEDI: Anggota Polsek Pesanggaran melakukan olah TKP di lokasi gantung diri bocah SD di Desa Sumberagung, Banyuwangi, kemarin (28/2). (AKP Basori untuk Jawa Pos)
JawapPos.com – Aksi gantung diri yang dilakukan bocah asal Kecamatan Pesanggaran ternyata masih menyisakan misteri. Sebagian pihak tak percaya bahwa bocah 11 tahun itu benar-benar berniat mengakhiri hidupnya.
Namun, aparat kepolisian memastikan bahwa peristiwa memilukan tersebut memang benar-benar aksi bunuh diri. Kesimpulan itu berdasar hasil identifikasi selama olah TKP. ”Berdasar kesimpulan proses identifikasi setelah kejadian, korban memanjat dipan,” ungkap Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi kemarin (2/3).
Basori mengungkapkan fakta baru yang cukup menyedihkan. Yakni, terkait upaya sang ibu, Wasiah, untuk menyelamatkan buah hatinya. Sebenarnya, begitu mendapati anaknya tergantung, perempuan tersebut ingin melepaskan jerat tali itu.
Hanya, Wasiah punya kekurangan. Dia tunadaksa. Jari-jari tangannya tak tumbuh sempurna sehingga tidak bisa melepas ikatan tali itu. Dia pun lantas berteriak meminta tolong. Tapi, tak ada satu pun yang datang.
Akhirnya Wasiah pun menghubungi Nur Rohim, saudaranya yang tengah bekerja di Pulau Merah. Saat dievakuasi, almarhum masih hidup dan langsung dilarikan ke salah satu klinik di Pesanggaran. Namun, belum sampai, nyawanya tak terselamatkan. ”Karena itu, saat meninggal, tidak ada tanda-tanda layaknya orang gantung diri seperti lidah terjulur,” katanya.
Bukti lain yang menguatkan adalah ditemukannya bekas jari milik korban di kusen pintu serta dipan yang dipakai almarhum memanjat.
Hasil penyidikan itu menjadi jawaban atas misteri yang menyelimuti peristiwa tersebut. Sebab, ada yang tak percaya. Tak terkecuali kepala sekolah (Kasek) tempat anak itu bersekolah, Wawan Sugiarto. ”Kami kaget dan tidak percaya karena banyak kejanggalan,” ujar Wawan.
Yang pertama adalah bagaimana almarhum bisa membuat tali simpul untuk diikat di leher. Selain itu, tali tersebut diikat di tempat yang tinggi. ”Juga, bagaimana bisa dia punya pikiran gantung diri,” cetusnya.
Seperti diberitakan, insiden tersebut terjadi pada Senin (27/2) sore. Korban nekat gantung diri karena kerap di-bully teman-temannya di sekolah. Hal itu membuat mentalnya drop.
HASIL IDENTIFIKASI DI BALIK AKSI BUNUH DIRI SISWA SD
- Saat hendak gantung diri, almarhum memanjat dipan.
- Ditemukan bekas sidik jari di kusen pintu di ruang tempat kejadian.
- Ibu almarhum tidak bisa menolong karena jari-jarinya tak bisa difungsikan normal. Selain itu, tak ada warga sekitar yang menolong.
- Saat ditemukan, almarhum masih hidup. Sempat dievakuasi, tapi sudah meninggal saat dalam perjalanan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
