
AKAN BERTAMBAH: Harimau benggala koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) bakal mendapat teman baru dalam waktu dekat (6/6). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Harimau sumatera diduga masuk ke pemukiman masyarakat padat penduduk di Kabupaten Siak. Menindaklanjuti hal ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, melakukan mitigasi interaksi negatif harimau tersebut.
"Harimau sumatera berdasarkan laporan masyarakat masuk ke pemukiman padat penduduk di Desa Suak Lanjut Kecamatan Siak Kabupaten Siak, Senin (16/1)," kata Kepala BBKSDA Riau, Genman S Hasibuan dalam keterangannya di Pekanbaru, dikutip dari Antara Senin (23/1).
Ia mengatakan, hasil peninjauan lokasi bersama penghulu kampung, pihak Polsek Siak, Bhabinkamtibmas Desa Suak Lanjut dan masyarakat sekitar, menemukan jejak kaki berukuran panjang 13 centimeter lebar 11 centimeter.
Saat itu, katanya, belum dapat dipastikan melihat kondisi lokasi yang jauh dari kawasan hutan.
"Guna mencegah terjadi kontak fisik, tim melalui penghulu kampung, mengingatkan warga untuk berhati hati dan waspada serta tidak beraktivitas di luar rumah pada malam hari," katanya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengimbau warga tidak beraktivitas seorang diri mengingat belum ada kepastian mengenai jejak satwa tersebut.
Setelah itu pada Jumat (20/1) tim gabungan Polsek Siak, Damkar Siak, Baznas Siak, Satpol PP Kabupaten Siak, Babinkamtibmas dan aparat desa menjumpai saksi Pujiono yang melihat langsung satwa melintas pukul 22.30 WIB di depan rumah jaga kebun semangka.
Saksi mengatakan ukuran hewan mirip harimau yang terlihat berukuran besar dan mengarah ke hutan kota Arwinas.
"Lokasi saksi menemukan diduga harimau berada di sebelah Kantor Baznas Siak, SMPN 2 Siak, Kantor Satpol PP Siak, di belakang Rumah Sakit Siak di kebun semangka Baznas Siak," katanya.
Hasil observasi Tim di lapangan menemukan jejak satwa di belakang dan samping rumah jaga kebun semangka binaan Baznas sepanjang 13 centimeter lebar 11 centimeter.
"Untuk jarak langkah kaki depan ke kaki belakang 50 centimeter. Ukuran itu kurang lebih sama dengan jejak yang dijumpai di Desa Suak Lanjut. Berikut tim melakukan pemasangan kamera di lokasi temuan jejak terbaru," katanya.
Untuk mendalami keterangan saksi-saksi tim meminta rekaman kamera CCTV toserba Sinar Jaya milik Ahsan yang merekam aktivitas satwa tersebut di depan toko jalan Tengku Buang Asmara/Sapta Taruna pada pukul 03.15 WIB.
"Tim memprediksi harimau berjalan mengarah keluar hutan kota dengan jarak terdekat dengan kawasan hutan 6 km lebih berseberangan dengan Sungai Siak," ujarnya.
Pada Sabtu (21/1) tim gabungan menelusuri jejak satwa liar di kawasan Hutan Kota Arwinas dan melakukan pengawasan serta memasang dua kamera dan 1 boxtrap (perangkap) dengan menggunakan umpan kambing.
Malamnya, tim melakukan patroli dan melihat secara langsung penampakan satwa harimau sumatera itu di hutan kota Arwinas. Namun esok hari hingga kini satwa tersebut belum masuk ke dalam box trap untuk memakan umpan.
Sementara itu sebelumnya Pemkab Siak sudah mengeluarkan surat edaran untuk kampung-kampung dan kelurahan di Kota Siak agar mengurangi aktivitas pada malam hari di areal dilalui satwa harimau sumatera itu.
"Hari ini tim gabungan akan melakukan pemantauan baik menggunakan drone maupun survei lokasi lokasi yang diduga menjadi lintasan harimau," demikian Genman.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
