
Ilustrasi Pantai Anyer yang menghadap arah Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda yang tertutup kabut. Mansur/Antara
JawaPos.com–Tinggi asap kawah Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda antara Banten dan Lampung mencapai 150 meter dengan teramati berwarna putih, kelabu, dan hitam.
”Saat ini kondisi Gunung Anak Krakatau masih berstatus siaga level III,” kata Anggi Nuryo Saputro, petugas penyusunan pelaporan seperti dilansir dari Antara, Kamis (5/1).
Aktivitas GAK dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) sepanjang Rabu (4/1) mulai pukul 00.00-24. 00 WIB mengeluarkan asap kawah ketinggian antara 25-150 meter dan teramati berwarna putih, kelabu serta hitam. Namun, secara visual gunung api tersebut tertutup kabut.
Kegemparan letusan GAK sebanyak dua kali dengan amplitudo 40-65 milimeter dan durasi 20-97 detik. Sedangkan, frekuensi rendah sebanyak tujuh kali kejadian dengan amplitudo 15-35 milimeter dan durasi 8-27 detik.
Masyarakat, wisatawan dan pendaki dilarang mendekati GAK atau beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat pesisir pantai agar waspada dan hati-hati setelah terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda.
”Kami sudah sampaikan masyarakat yang tinggal di sekitar pantai selatan agar meningkatkan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak Agust Riza Faizal.
Peringatan kewaspadaan erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut, karena lokasi gunung itu berada di Perairan Selat Sunda bagian utara, sedangkan pesisir Kabupaten Lebak berada di Selat Sunda bagian selatan. BPBD Lebak mengimbau masyarakat pesisir selatan agar meningkatkan kewaspadaan erupsi Gunung Anak Krakatau guna menghindari kecelakaan Gunung berapi yang ada di Selat Sunda bagian utara.
”Kami minta warga pesisir mematuhi petugas untuk keselamatan waspada untuk mengurangi risiko kebencanaan,” ujar Agust Riza Faizal.
Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terjadi Kamis (5/1) pukul 00.13 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 750 meter di atas puncak atau sekitar 907 meter di atas permukaan laut, kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur laut.
Sebelumnya juga Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Rabu (4/1) pukul 15.00 WIB sebanyak dua kali letusan dengan ketinggian semburan abu vulkanik mencapai 3.000 meter dari atas puncak dan erupsi terekam di alat seismogram dengan amplitudo maksimum 65 milimeter dengan berdurasi selama 1 menit 37 detik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
