Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Januari 2023 | 03.03 WIB

BPBD Lebak Imbau Warga Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau

Ilustrasi Pantai Anyer yang menghadap arah Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda yang tertutup kabut. Mansur/Antara - Image

Ilustrasi Pantai Anyer yang menghadap arah Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda yang tertutup kabut. Mansur/Antara

JawaPos.com–Tinggi asap kawah Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda antara Banten dan Lampung mencapai 150 meter dengan teramati berwarna putih, kelabu, dan hitam.

”Saat ini kondisi Gunung Anak Krakatau masih berstatus siaga level III,” kata Anggi Nuryo Saputro, petugas penyusunan pelaporan seperti dilansir dari Antara, Kamis (5/1).

Aktivitas GAK dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) sepanjang Rabu (4/1) mulai pukul 00.00-24. 00 WIB mengeluarkan asap kawah ketinggian antara 25-150 meter dan teramati berwarna putih, kelabu serta hitam. Namun, secara visual gunung api tersebut tertutup kabut.

Kegemparan letusan GAK sebanyak dua kali dengan amplitudo 40-65 milimeter dan durasi 20-97 detik. Sedangkan, frekuensi rendah sebanyak tujuh kali kejadian dengan amplitudo 15-35 milimeter dan durasi 8-27 detik.

Masyarakat, wisatawan dan pendaki dilarang mendekati GAK atau beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat pesisir pantai agar waspada dan hati-hati setelah terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda.

”Kami sudah sampaikan masyarakat yang tinggal di sekitar pantai selatan agar meningkatkan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak Agust Riza Faizal.

Peringatan kewaspadaan erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut, karena lokasi gunung itu berada di Perairan Selat Sunda bagian utara, sedangkan pesisir Kabupaten Lebak berada di Selat Sunda bagian selatan. BPBD Lebak mengimbau masyarakat pesisir selatan agar meningkatkan kewaspadaan erupsi Gunung Anak Krakatau guna menghindari kecelakaan Gunung berapi yang ada di Selat Sunda bagian utara.

”Kami minta warga pesisir mematuhi petugas untuk keselamatan waspada untuk mengurangi risiko kebencanaan,” ujar Agust Riza Faizal.

Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terjadi Kamis (5/1) pukul 00.13 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 750 meter di atas puncak atau sekitar 907 meter di atas permukaan laut, kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur laut.

Sebelumnya juga Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Rabu (4/1) pukul 15.00 WIB sebanyak dua kali letusan dengan ketinggian semburan abu vulkanik mencapai 3.000 meter dari atas puncak dan erupsi terekam di alat seismogram dengan amplitudo maksimum 65 milimeter dengan berdurasi selama 1 menit 37 detik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore