Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Oktober 2022 | 21.15 WIB

Tinggi Kubah Lava Gunung Merapi Bertambah Sekitar Satu Meter

Gunung Merapi dari Kaliurang, Sleman, DI Jogjakarta. Hendra Nurdiyansyah/Antara - Image

Gunung Merapi dari Kaliurang, Sleman, DI Jogjakarta. Hendra Nurdiyansyah/Antara

JawaPos.com–Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, tinggi kubah lava barat daya Gunung Merapi bertambah sekitar satu meter berdasar hasil pengamatan sepekan.

”Pada kubah barat daya teramati adanya penambahan tinggi kubah lebih kurang satu meter,” kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta, Senin (3/10).

Menurut dia, penambahan tinggi kubah lava barat daya Merapi diketahui dari analisis morfologi berdasar hasil pengamatan dari Stasiun Kamera Deles 5 dan Babadan 2 selama periode 23 sampai 29 September. Hasil analisis BPPTKG menunjukkan volume kubah lava barat daya Merapi mencapai 1.637.000 meter kubik dan volume kubah tengahnya 2.772.000 meter kubik.

”Untuk kubah tengah tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan,” ujar Agus.

Dia mengatakan, selama periode 23 sampai 29 September, Gunung Merapi tujuh kali meluncurkan guguran lava ke arah barat daya, kebanyakan ke arah Sungai Bebeng, dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter. Selama kurun itu, Gunung Merapi juga tercatat mengalami 218 kali gempa vulkanik dalam, 18 kali gempa vulkanik dangkal, 137 kali gempa fase banyak, 403 kali gempa guguran, 50 kali gempa embusan, dan tujuh kali gempa tektonik.

Hingga kini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta pada level III atau siaga.

Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima km) serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (sejauh maksimal tujuh km). Selain itu, guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area di sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro (sejauh maksimal tiga km) dan Sungai Gendol (sejauh lima km).

Apabila gunung api itu mengalami letusan eksplosif, Agus mengatakan, lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore