
Ilustrasi kapal tenggelam. Fahrian Adriannoor/Antara
JawaPos.com–Kapal Motor (KM) Teman Niaga yang membawa 15 awak kapal dilaporkan tenggelam di perairan Selat Makassar, Sulawesi Selatan, karena cuaca buruk. Empat orang dinyatakan selamat dan 11 lainnya masih dalam pencarian.
”Informasi diperoleh dari lapangan benar ada kapal tenggelam, semua tetap standby. Saat ini masih ditangani Kantor SAR Banjarmasin,” kata Kepala Bidang Operasi Basarnas Sulsel Muhammad Rizal seperti dilansir dari Antara di Makasar, Sabtu (27/8).
Sejauh ini, lanjut dia, Basarnas Sulsel telah siap siaga sekiranya dibutuhkan untuk ikut membantu melakukan pencarian bagi para korban kapal yang tenggelam tersebut bila terseret arus. ”Kami hanya bantu menghitung pergerakan korban berdasar arus laut,” papar Rizal.
Berdasar data awal diterima dari Basarnas, kapal kargo jenis Bulk Carrier atau Curah pengangkut semen milik PT Kembang Jaya Abadi Perkasa membawa 15 orang awak. Kapal itu tenggelam di sekitar perairan Makassar.
Rute kapal dari Kotabaru (Tarjun) Provinsi Kalimantan Selatan menuju Biringkassi Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Empat orang dinyatakan selamat masing masing-masing laki-laki atas nama Muhdi Mufazzan, 24, (juru mudi); Amir Effendi, 19, (juru mudi); Roihan Hariri, 19, (kelasi); dan perempuan Husniawati, 20, (juru mudi).
Sedangkan 11 orang korban lainnya semua laki-laki masih dalam pencarian masing-masing, Wagirin (Nakhoda), Victor Agustinus (mualim I) Sunarto (mualim II), Eddy Hayani S. (KKM), Poniman (masinis II), Alfian Septiyanto (masinis III).
Selanjutnya, Kenedi (juru minyak), Indarrobit Afnani (juru minyak), Reynaldo Mangerongkonda (juru minyak), Muhammad Fatir Maulana (kelasi), dan Muhammad Adam Septi.
Informasi diperoleh, pada Kamis (25/8) pukul 16.00 wita, KM Dharma Fery 3 saat pelayaran dari Parepare, Sulsel menuju Batulicin Kalimantan Selatan, pada Koordinat 04° 07‘ 44” S 117° 13’ 117” E terlihat empat orang di atas skoci dengan kondisi terbalik milik kapal KM Teman Niaga. Anak buah kapal kemudian melakukan penyelamatan dengan mengevakuasi empat korban ke atas kapal.
Selanjutnya korban dibawa ke Pelabuhan Samudra Batulicin dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Marina Permata Batulicin untuk mendapat perawatan medis. Dari keterangan korban selamat Muhdi Mufazan menyatakan, pada Senin (22/8) malam sekitar pukul 22.00 wita kapal tersebut tenggelam yang diakibatkan cuaca buruk dengan jarak 96 Nautical Mile (NM) Heading 123 derajat menuju Biringkassi dengan kecepatan kurang lebih 6 knot.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
