
Ilustrasi pengelolaan air bersih.
JawaPos.com–Kandungan bakteri e-coli di air sumur di Kota Jogjakarta tergolong tinggi. Masyarakat diimbau untuk mengolah air dengan benar sebelum dikonsumsi agar tidak menimbulkan dampak pada kesehatan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogjakarta Sutomo mengatakan, dari hasil pengujian yang dilakukan, sebagian besar air sumur di Jogjakarta mengandung bakteri e-coli yang tinggi. Pencemaran bakteri e-coli di air sumur di Kota Jogjakarta sudah terjadi cukup lama karena kondisi permukiman di kota tersebut yang padat penduduk.
”Karena kondisi permukiman yang sudah padat dengan penduduk, tidak jarang jarak antara sumur dan pengolahan limbah domestik antarrumah tidak memenuhi jarak ideal sehingga terjadi pencemaran bakteri e-coli di sumur warga,” kata Sutomo seperti dilansir dari Antara.
Meskipun demikian, lanjut dia, air sumur yang tercemar bakteri e-coli dapat digunakan dengan cara mengolahnya terlebih dulu. Yakni merebus air hingga mendidih.
”Saat air sudah direbus sampai mendidih, bakteri e-coli akan mati. Tetapi, sebagian besar masyarakat di Jogjakarta saat ini sudah mengonsumsi air kemasan atau air isi ulang untuk kebutuhan makan dan minum. Tidak lagi mengambil langsung dari air sumur,” tutur Sutomo.
Jika air sumur tidak diolah dengan benar dan langsung dikonsumsi, lanjut dia, dapat menimbulkan permasalahan kesehatan. ”Air sumur tersebut tetap aman digunakan untuk keperluan mandi, cuci, kakus (MCK),” papar Sutomo.
Selain melakukan pemeriksaan baku mutu air sumur di sejumlah kantor kelurahan maupun pasar dan beberapa instansi, UPT Laboratorium Lingkungan Hidup DLH Kota Jogjakarta juga memberikan layanan pemeriksaan kualitas air sumur warga. Cukup mengajukan permohonan pemeriksaan melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS).
”Nanti ada petugas yang datang untuk mengambil sampel dan memeriksa kualitasnya,” terang Sutomo.
Hasil pemeriksaan laboratorium akan dikirim langsung ke akun JSS dari warga yang bersangkutan dan tidak dipublikasikan.
Pada 2021, UPT Laboratorium Lingkungan Hidup DLH Kota Jogjakarta juga melakukan pengukuran kualitas mata air di sembilan lokasi. Di antaranya Belik Balirejo, mata air Cokrodiningratan, Umbul Lanang, Belik Wedok, dan Belik Tirta Buana.
”Hampir semuanya menunjukkan kandungan bakteri e-coli yang melebihi ambang batas. Begitu juga dengan pemeriksaan kualitas air sungai di seluruh sungai di Kota Jogjakarta juga menunjukkan hal serupa, kandungan bakteri e-coli yang melebihi ambang batas dan dari hasil pemeriksaan mutu air diperoleh indeks kualitas mutu air sungai pada tahun lalu pada angka 38,44,” ucap Sutomo.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
