Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Agustus 2022 | 01.59 WIB

Haul Dua Gus, NU Jatim Gelar Seminar Antikorupsi Bersama KPK

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Memperingati Haul ke-12 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Haul ke-2 KH Hasyim Wahid (Gus Im), Kamis (11/8) malam PWNU Jawa Timur menggelar doa bersama dan Seminar Antikorupsi. Bertempat di Ballroom Hadratussyakkh KH Hasyim Asy’ari, Gedung PWNU Jatim.

Listyo Santoso, ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Jatim, mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk meneladani kehidupan dua Gus tersebut. Selama hidup, kedua tokoh itu penuh dengan kesederhanaan, kejujuran, dan memiliki integritas tinggi.

’’Dua Gus itu adalah sosok teladan dalam pengelolaan menjadi orang NU. Secara geneologis Gus Dur dan Gus Im adalah keturunan dari ulama besar, yaitu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Populer dalam lingkup nasional tapi hidupnya sederhana,’’ ujar Listyo.

Kepribadian itu, lanjut dia, harus menjadi nilai yang diwariskan secara terus menerus kepada generasi yang mengelola NU ke depan. Kesederhanaan, keberanian, dan kejujuran.

Menurut Listyo, tema yang diangkat pada acara haul kali ini berkaitan dengan antikorupsi. Pasalnya, dua Gus tersebut juga merupakan sosok yang bersih. Bahkan, Gus Dur yang dulu diturunkan dari jabatan Presiden RI dengan stigma terlibat penyelewengan dana Bulog dan Brunei Darussalam, sama sekali tidak pernah terbukti di pengadilan.

’’Kehidupan yang begitu sederhana itu tidak mencerminkan haus akan jabatan dan harta. Karena itu menjadi inspirasi bahwa gerakan NU ke depan sebagai gerakan sipil harus punya komitmen sungguh-sungguh terhadap antikorupsi,” tambahnya.

Hal itu menjadi gerakan awal PWNU Jatim bahwa NU sebagai gerakan sipil harus menjadi garda terdepan untuk membangun masyarakat antikorupsi. Listyo menyebut, kalau NU memiliki komitmen moral seperti itu, otomatis NU menjadi representasi bahwa moralitas keagamaan menjadi bagian penting dalam menyelenggarakan aktivitas organisasi. ’’Harus menjauhi sesuatu yang haram dalam konteks ini korupsi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib mengungkapkan, tema antikorupsi dalam seminar itu juga sebagai bentuk pengawalan terhadap Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Jatim yang berintegritas, bersih, dan jujur. Selain itu, bagian dari pendampingan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada bantuan dana hibah dari pemerintah kepada NU.

“Ini output-nya pada Konferwil. Harapannya, Konferwil NU Jatim ke depan harus transparan, akuntabel, dan bebas dari politik uang. Termasuk jika NU mendapatkan hibah, ini nanti kami audit bersama KPK,” ungkap Gus Salam, panggilan pengasuh Ponpes Denanyar, Jombang, itu.

Haul Dua Gus tersebut digelar pada Kamis (11/8) malam, mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB. Selain tahlil dan doa bersama, juga ada testimoni dari keluarga Gus Dur dan Gus Im. Testimoni itu akan disampaikan Ning Inayah Wahid (putri Gus Dur), Gus Azis Hasyim Wahid (putra Gus Im), dan dr Umar Wahid (adik Gus Dur).

Lalu, ada deklarasi dan penandatangann pakta integritas pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi antikorupsi di hadapan KPK. Rencananya, seminar antikorupsi itu akan menghadirkan narasumber Dr Nurul Ghufron (KPK), Prof Kacung Marijan (pengurus NU), dan Dr A.S. Hikam (pengamat). Acara ini juga disiarkan langsung di beberapa channel YouTube seperti NU Jatim dan beberapa kanal lainnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore