
Tiga dokter RSUD Jombang saat konferensi pers. Anggi Fridianto/JawaPos
JawaPos.com–RSUD Jombang membantah menolak operasi caesar yang berakibat pada kematian bayi. Kabar itu santer diberitakan pasca viralnya unggahan soal rumah sakit yang menolak operasi caesar.
Kabid Yanmed dan Keperawatan RSUD Jombang Vidya Buana membantah kabar penolakan tersebut. Proses kelahiran secara normal dilakukan karena menimbang kondisi ibu yang siap untuk menjalani proses kelahiran normal.
”Jadi pasien ini adalah rujukan Puskemsas Sumobito masuk RSUD Jombang 28 Juli atas indikasi preeklamsia atau keracunan kehamilan,’’ papar Vidya pada press conference di RSUD Jombang, Senin (1/8).
Di RSUD Jombang, pasien mendapat penanganan sesuai SOP. Di antaranya, pemeriksaan awal dan sebagainya. Vidya Buana mengakui, keluarga pasien minta dilakukan operasi caesar.
Dia membantah adanya penolakan dari dokter dan tenaga kesehatan rumah sakit. Sebab, berdasar pertimbangan dokter, diputuskan dilakukan persalinan normal. Pertimbangan itu berdasar beberapa alasan.
”Kondisi pasien dalam keadaan baik. Selain itu, proses persalinan sudah masuk fase aktif dan ada pembukaan jalan lahir,” terang Vidya Buana.
Selain itu, posisi kepala janin sudah masuk ke dasar panggul. Setelah konsultasi dokter obgyn, dia menyebut, keputusannya adalah upaya lahir normal.
Setelah dilakukan observasi, proses persalinan pasien dalam pembukaan lengkap. Kemudian, tim dokter RSUD Jombang melakukan pertolongan persalinan normal. Namun di tengah penanganan, terjadi proses kemacetan. Sebab kepala bayi tidak bisa keluar.
”Sampai kemudian kepala bayi keluar terjadi kemacetan proses kelahiran atau kami menyebutnya distosia bahu,’’ terang Vidya Buana.
Karena itu, lanjut dia, tiga dokter spesialis kandungan langsung menangani pasien. ”Ada tiga dokter Spog yang menangai pasien. Dokter Iwan, dokter Subur, dan dokter dokter Joko,’’ papar Vidya Buana.
Sayang, posisi kepala bayi tetap macet dan tidak bisa keluar dari jalur lahir. Bayi tersebut kemudian dinyatakan tak selamat. ”Kondisi bayi tidak bisa diselamatkan sehingga prioritas selanjutnya tim kami menyelamatkan kondisi ibu,’’ tutur Vidya Buana.
Tim dokter meminta persetujuan pihak keluarga. Pihak keluarga menyetujui demi menyelamatkan ibu. ”Kalau semisal dipaksakan ibu si bayi terancam tidak selamat karena potensi robek jalan lahir,’’ terang Vidya Buana.
Setelah dilakukan operasi, akhirnya ibu bayi selamat. Saat ini, Rohma Roudhotul Jannah, 29, ibu si bayi, sedang menjalani perawatan.
”Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Saat ini ibu bayi masih dalam tahap perawatan,’’ ucap Vidya Buana.
Sementara itu, Yopi Widianto, 26, menceritakan, istrinya, Rohma, mendapat rujukan persalinan caesar dari puskesmas. Puskesmas menyatakan tak berani menangani pasien. Alasannya, pasien memiliki riwayat darah tinggi. Rohma, istrinya pun dirujuk operasi caesar ke RSUD Jombang.
”Karena ada riwayat darah tinggi, jadi dirujuk caesar ke RSUD Jombang,” kata Yopi.
Namun, permintaan itu ditolak pihak RSUD. Mau tak mau, dia mengiyakan saran RSUD Jombang untuk dilakukan persalinan normal.
Setelah beberapa jam, Yopi mulai khawatir karena proses persalinan berlangsung lama. Mulai pukul 10.50 masuk RSUD Jombang hingga pukul 19.30 si bayi tak kunjung keluar. ”Bahkan sampai ada tiga dokter dan belum berhasil. Itu posisi jam 9 malam,” jelas Yopi.
Beberapa saat kemudian, si jabang bayi dinyatakan meninggal. Yopi yang menemani istrinya, langsung lemas dan hanya bisa pasrah.
Dia makin shock ketika dipanggil dokter yang menyarankan dilakukan operasi pemisahan tubuh dengan kepala bayi. Alasannya, karena tubuh bayi tak bisa keluar dari jalur lahir.
”Itu satu satunya jalan untuk mengeluarkan badan bayi. Mau tidak mau akhirnya dipisah agar bisa keluar dari jalur lahir istri saya,’’ tutur Yopi.
Akhirnya operasi berjalan lancar. Istrinya selamat namun si bayi dinyatakan meninggal.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
