
Komunitas Peselancar Bali membentangkan banner sebagai bentuk penolakan terhadap pemindahan lokasi pembangunan terminal LNG di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (9/7). Antara
JawaPos.com–Sejumlah komunitas peselancar membentangkan poster di laut sebagai bentuk penolakan terhadap pemindahan lokasi pembangunan terminal gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Hal itu dilakukan di Kawasan Tahura Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (9/7).
Komunitas peselancar menyatakan sikap menolak rencana pemerintah memindahkan lokasi pembangunan LNG dari Benoa ke Tahura Ngurah Rai pada acara Baby Reef Board Rider seri 4 di Pantai Mertasari, Sanur, Bali.
Direktur Acara Denpasar Series Ode Sukmadi Putra mengatakan, aksi pembentangan poster tersebut dilakukan di tengah laut tepat di tapak proyek yang akan dikeruk untuk alur pelayaran kapal Terminal LNG di Kawasan Pesisir Sanur, Denpasar, Bali.
”Aksi tersebut sebagai bentuk protes komunitas peselancar terhadap rencana pembangunan terminal LNG di kawasan mangrove dan perairan Sanur yang akan menimbulkan dampak buruk bagi perairan Pantai Sanur,” ujar Ode Sukmadi Putra seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Sabtu (9/7).
Dia menjelaskan, selama ini perairan Sanur digunakan untuk acara kreatif komunitas surfing atau peselancar. ”Apabila pembangunan terminal LNG di kawasan mangrove juga dibarengi dengan pengerukan untuk alur kapal tersebut, akan dipastikan lingkungan perairan kami akan rusak,” papar Ode Sukmadi Putra.
I Gusti Bagus Antara, koordinator Denpasar Series yang juga ikut dalam aksi itu menyatakan hal yang sama. Acara tersebut juga didedikasikan untuk melestarikan dan menyelamatkan terumbu karang yang merupakan ekosistem laut yang memiliki fungsi penting dalam menjaga kualitas lingkungan.
Dia menegaskan, pengerukan (dredging) yang akan dilakukan dalam pembangunan Terminal LNG di kawasan mangrove akan berdampak buruk terhadap keberadaan terumbu karang. ”Kami sangat menolak pengerukan tersebut karena akan merusak terumbu karang dan berpengaruh secara signifikan terhadap nasib kami yang selama ini beraktivitas di pesisir,” terang Gusti Bagus.
Dia menambahkan, sebagian besar masyarakat Intaran Sanur merupakan masyarakat yang menggantungkan kehidupannya di pesisir. ”Jadi lingkungan laut serta pesisir harus senantiasa kita jaga, salah satunya dari proyek yang merusak lingkungan seperti pembangunan Terminal LNG di kawasan mangrove,” ucap I Gusti Bagus Antara.
Aksi penolakan terhadap pemindahan lokasi pembangunan terminal LNG juga dilakukan warga masyarakat Intaran Sanur dan sejumlah organisasi seperti Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali, Front Demokrasi Perjuangan Rakyat (Frontier) Bali, dan Kekal Bali.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
