Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Mei 2022 | 18.48 WIB

Di Candi Penataran Blitar, Air Bau Belerang Pertanda Kelud Mau Erupsi

SAMBUT PENGUNJUNG: Arca Dwarapala berada di pintu masuk menuju kompleks Candi Penataran. (Frizal/Jawa Pos) - Image

SAMBUT PENGUNJUNG: Arca Dwarapala berada di pintu masuk menuju kompleks Candi Penataran. (Frizal/Jawa Pos)

Keindahan kompleks Candi Penataran memikat banyak orang. Apalagi saat cuaca cerah. Gunung Kelud yang berada di sebelah utara terlihat jelas. Candi Penataran menyimpan banyak kisah. Termasuk cerita mistis yang dipercaya warga sekitar.

---

CANDI Penataran berada di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Dua arca Dwarapala seolah menyambut siapa saja yang masuk. Berada di dalam kompleks seluas 13.000 meter persegi, Candi Penataran memiliki empat bagian. Yakni, pendapa teras, candi angka tahun, Candi Naga, dan candi induk.

Salah satu candi termegah dan terluas di Jatim itu digunakan tiga kerajaan dalam rentang waktu yang berbeda. Candi Penataran dibangun oleh Kerajaan Kediri. Tepatnya saat pemerintahan Raja Srengga (1190–1200) atau sekitar abad ke-12. Kemudian, pada 1286, dibangun Candi Naga di kompleks Candi Penataran oleh penguasa terakhir Singasari, yakni Raja Kertanegara.

Runtuhnya Kerajaan Singasari membuat Candi Penataran tidak terawat. Kemudian, baru kembali dirawat pada era raja kedua Majapahit, yakni Raja Hayam Wuruk. Bahkan, pada zaman tersebut, Candi Penataran dikukuhkan sebagai tempat upacara puja kenegaraan.

Juru pelihara Candi Penataran Jaenuri mengatakan, Candi Penataran adalah tempat sakral bagi umat Hindu. Ada tiga halaman yang digolongkan berdasar tingkat kesucian. Agak suci, lebih suci, dan sangat suci. ’’Candi induk tempat paling suci,’’ katanya.

Aura mistis Candi Penataran sangat terasa. Jaenuri pun kerap mendapat mimpi kedatangan seseorang berjubah putih yang berjalan mengelilingi kompleks candi. Menurut dia, orang yang mata batinnya terbuka bakal mendapat penglihatan. Karena itu, pengunjung tak boleh sembarangan. Misalnya, perempuan yang sedang berhalangan tidak boleh naik ke candi.

Pemandangan di atas candi induk sangat indah. Maklum, lokasinya menghadap tepat ke Gunung Kelud. Jaenuri menuturkan, pada area paling belakang terdapat kolam suci atau dikenal petirtaan. Area petirtaan sangat sejuk. Di sana ada relief cerita bergambar hewan. Puluhan ikan emas dan satu ikan lele jumbo mendiami kolam berukuran 2 x 4 meter itu.

Uniknya, air tidak pernah berkurang meski kemarau. Air di petirtaan sangat jernih. Kedalamannya kurang dari 1 meter. Jaenuri menuturkan, jika air berbau belerang, konon berarti tanda Kelud mau erupsi.

”Ini mitos, tapi sampai sekarang dipercayai,’’ ucapnya. Puluhan koin juga berada di dalam kolam. Menurut mitos, siapa saja yang melempar koin dan masuk ke dalam air akan mendapat berkah. Selain itu, mereka yang membasuh wajah di sana juga akan awet muda.

Tak hanya itu, jelas Jaenuri, banyak pula pejabat yang ambil air dan wudu di sana. Konon air tersebut dipercaya untuk mendapatkan dan memperkuat posisi jabatannya. Petirtaan itu dibangun oleh raja kelima Majapahit. Yakni, Raja Wikramawardhana, tepatnya pada 1415 Masehi.

Air petirtaan juga selalu digunakan untuk acara umat Hindu. Dulu sebelum melakukan ibadat, umat Hindu bersuci dulu di petirtaan. Menurut Jaenuri, pengunjung yang memiliki indra keenam akan melihat seekor naga besar yang mengelilingi Candi Penataran.

Peristiwa unik pernah terjadi tahun lalu. Ada pengunjung yang sejak di pintu masuk melepas alas kakinya. Tubuhnya pun membungkuk seakan minta izin untuk berjalan. Saat ditanya, ternyata pengunjung itu melihat banyak resi yang sedang berdoa. Padahal, tidak ada kegiatan ibadat atau upacara sama sekali.

Jaenuri menambahkan, kompleks candi memang tempat suci. Pengunjung pun harus menjaga sopan santun. Begitu juga area petirtaan. Ikan yang ada di sana tidak boleh diganggu karena keramat. Percaya tidak, jumlah ikan masih sama dan tidak berkurang sejak dulu hingga sekarang. ’’Sopan santun dalam segala hal harus dijaga, termasuk cara berpakaian,’’ terangnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore