Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Februari 2022 | 02.46 WIB

Kontribusi UMKM di Jatim untuk PDB Capai 57 Persen

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa pelaku UMKM di Bangkalan. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa pelaku UMKM di Bangkalan. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Jawa Timur untuk Produk Domestik Bruto (PDB) cukup besar. Selama 2021 hingga 2022, kontribusi UMKM tercatat mencapai 57,25 persen.

Angka itu termasuk kemampuan penyerapan tenaga kerja UMKM. Berdasar catatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, UMKM mampu menyerap 97 persen tenaga kerja se-Jawa Timur.

”UMKM terbukti menjadi salah satu usaha yang mampu bertahan di tengah pandemi. Di antara gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pada masa pandemi, UMKM justru menyerap tenaga kerja terbanyak dibandingkan sektor usaha lain,” ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (14/2).

Capaian itu disebut sebagai bukti Pemprov Jatim berkomitmen terus memperkuat untuk segera pulih dari imbas pandemi Covid-19. UMKM disebut tidak hanya bertahan pada masa pandemi, namun juga naik kelas mengikuti perkembangan zaman.

Salah satunya melalui rumah kurasi yang menjadi media untuk kurasi produk UMKM sebelum dikirim ke luar negeri. Rumah kurasi sendiri didirikan BI Kantor Perwakilan Jatim untuk membantu agar produk UMKM yang hendak dikirim ke luar negeri agar produknya bisa terstandar dengan baik dari sisi kualitas serta daya saingnya.

Khofifah mengatakan, hingga saat ini, total terdapat 318 produk UMKM yang berhasil dikurasi Rumah Kurasi. Detailnya yaitu sebanyak 17 UKM dikurasi dengan sasaran tembus ke pasar ekspor, kemudian 42 UKM ke pasar modern dan 259 UKM ke pasar tradisional.

”Alhamdulillah, melalui program Rumah Kurasi, yang merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Dinas KUMKM dan Perindag Jawa Timur perlahan tapi pasti UMKM Jatim terus naik kelas,” ujar Khofifah.

Dia mengatakan, untuk bisa menembus pasar luar negeri harus terstandarisasi dengan baik. Setiap negara juga mempunyai ketentuan sendiri untuk produk yang masuk. Untuk itu, dibutuhkan bantuan dari ahli yakni kurator. Selain itu, juga dibutuhkan asesor serta instruktur.

Terkait permodalan UMKM, Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim terus lakukan penguatan dari segi pembiayaan selama pandemi Covid-19. Pemberian Kredit bagi UMKM Jatim meningkat saat pandemi.

Dari seluruh upaya yang telah dilakukan, salah satu hasil yang telah terlihat adalah tren pangsa kredit untuk UMKM yang menunjukkan kenaikan. Data 2019 sebesar 27,1 persen, yang kemudian tercatat naik pada 2020 sebesar 28,9 persen dan 2021 juga tercatat naik 31,0 persen.

”Optimistis Jatim Bangkit memberikan semangat tersendiri bagi 9.782.262 UMKM. UMKM adalah backbone ekonomi Jawa Timur dengan kontribusi terhadap PDRB Jawa Timur mencapai 57,25 persen,” ujar Khofifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore