
Pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Malioboro Jogjakarta. Eka A.R./Antara
JawaPos.com–Pedagang kaki lima (PKL) Malioboro berharap tetap dapat berjualan di sepanjang jalur pedestrian hingga batas akhir relokasi ke dua lokasi yang sudah disiapkan. Yakni di Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2, yang masih berlokasi di Malioboro.
”Sebelum pindah ke lokasi baru, kami berharap bisa tetap berjualan di lokasi lama sampai 7 Februari,” kata Ketua Paguyuban Angkringan Malioboro (Padma) Yati Dimanto seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta, Senin (31/1).
Menurut dia, lokasi baru yang disiapkan pemerintah daerah belum dalam kondisi yang siap dan belum layak digunakan. Terlebih shelter yang akan ditempati pedagang kaki lima (PKL) di Teras Malioboro 2 sifatnya adalah sementara.
”Kami berharap bisa tetap berjualan hingga batas akhir pemindahan. Kami diberi waktu pindah pada 1–7 Februari,” ujar Yati Dimanto.
Hal senada disampaikan Ketua PPKLY Wawan Suhendra yang akan tetap berjualan di sepanjang jalur pedestrian Malioboro hingga batas akhir pemindahan. ”Pindah ke lokasi baru membutuhkan waktu. Jadi, kami akan tetap melihat bagaimana perkembangan kondisi di lapangan nanti,” tutur Wawan Suhendra.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogjakarta Heroe Poerwadi mengatakan, penataan pedagang di dua lokasi akan dilakukan dengan pengundian terbuka yang dilakukan pedagang. Jumlah pedagang yang akan ditempatkan di dua lokasi penataan mencapai sekitar 1.800 orang yaitu 800-an pedagang ditempatkan di Teras Malioboro 1 atau di eks Bioskop Indra dan sekitar 1.000 pedagang akan ditempatkan di Teras Malioboro 2 atau di lahan bekas kantor Dinas Pariwisata Jogjakarta.
”Begitu ada kesepakatan pindah, kami akan melakukan penataan untuk penyempurnaan dan merapikan kondisi lapak. Misalnya kabel listrik atau lainnya,” kata Heroe.
Pintu akses dari Jalan Mataram untuk Teras Malioboro 2, lanjut dia, juga sedang dikerjakan dan diharapkan dalam waktu satu atau dua hari ke depan sudah diselesaikan. ”Secepatnya bisa selesai. Mungkin Rabu atau Kamis (3/2),” terang Heroe.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
