
Photo
JawaPos.com–TNI/Polri bersama warga Kabupaten Yapen Kepulauan merangkul dan menyadarkan 25 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prosesi kembalinya 25 anggota KKB bersatu dengan NKRI dari wilayah Kampung Ambaidiru Distrik Kosiwo, Kabupaten Yapen, Papua, berlangsung khidmat dengan mengucapkan ikrar kesetiaan dan mencium bendera Merah Putih.
Penyerahan diri 25 anggota KKB wilayah Ambaidiru didampingi tokoh adat Kampung Ambaidiru Simon Rawai serta Kepala Kampung Ambaidiru Yohan Karubaba. Turut hadir dalam kegiatan di antaranya Kapolres Yapen AKBP Ferdiyan Indra Fahmi, Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Catur Prasetiyo Nugroho, Asisten II Sekda Kabupaten Yapen Kepulauan Edi Niko Mudumi dan Kakesbangpol Sony Woria.
Kapolres Yapen AKBP Ferdiyan Indra Fahmi mengatakan, atas nama pribadi dan seluruh personel Polres Kepulauan Yapen, Kodim 1709/Yawa, dan Pemkab Yapen menyambut baik upaya nyata dari semua pihak untuk menyatakan kesetiaan kembali bersama membangun daerah karena semua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kapolres menegaskan, tidak ada lagi perjuangan-perjuangan yang sifatnya mengangkat senjata mengatasnamakan Papua Merdeka melakukan perlawanan. Apalagi sampai membahayakan keselamatan saudara sendiri termasuk aparat keamanan.
”Kami semua hadir bukan sebagai musuh, melainkan bersama-sama berdampingan dengan seluruh masyarakat untuk memajukan Kabupaten Kepulauan Yapen secara umum Papua dan secara luas Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Kapolres Ferdiyan.
Kapolres AKBP Ferdiyan mengucapkan banyak terima kasih dan menerima secara terbuka atas kesadaran bersama membangun NKRI. Kapolres berkomitmen untuk membina dan mendampingi terus serta akan memberikan wawasan yang akan dijadwalkan secara berkesinambungan.
”Dari sisi pendampingan yaitu melatih keterampilan yang mengarah kepada pekerjaan atau mata pencaharian. Kami punya komitmen yang tinggi untuk membantu seluruh masyarakat di Kampung Ambaidiru serta akan mendapat atensi atau prioritas.Inilah langkah positif kami sebagai aparat keamanan di wilayah ini,” tegas AKBP Ferdiyan.
Sementara itu, Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Catur Prasetiyo Nugroho mengatakan, keberadaan TNI dan Polri bukan untuk menakut-nakuti. Tapi semua ingin memajukan pembangunan di wilayah Kabupaten Kepupulauan Yapen.
”Sesuai dengan petunjuk Panglima TNI, kita semua perlu menyadarkan saudara-saudara bahwa kita ini masih dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Dandim Catur Prasetiyo Nugroho.
Dandim mengakui, sangat bangga dan senang dengan kesadaran yang tinggi mau kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia. ”Harapan kami kepada bapak kepala kampung tetap memberikan arahan yang benar. Komitmen kami bersama bahwa akan membantu semaksimal mungkin dengan kegiatan-kegiatan yang membawa manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga tak ada lagi daerah yang tertinggal, dan tidak ada lagi kata merdeka karena kita sudah Merdeka sejak 17 Agustus 1945,” tegas Dandim Catur Prasetiyo Nugroho.
Dia berharap, kepada kepala kampung apabila masih ada saudara-saudara yang belum menyerahkan diri untuk memberitahukan bahwa Kodim 1709/Yawa dan Polres Kepulauan Yapen siap menerima dan pintunya selalu terbuka lebar. Pihaknya sudah berkomitmen dan akan turun langsung ke Kampung Ambaidiru untuk memberikan edukasi wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air kepada seluruh warga.
”Agar memiliki jiwa kebangsaan dan rasa cinta tanah air yang tinggi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya wilayah Yapen yang kita cintai dan banggakan ini,” ucap Dandim Catur Prasetiyo Nugroho.
Salah satu mantan KKB Kampung Ambaidiru, J. Karubaba menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang telah bersedia menerima kembali kelompoknya ke NKRI. ”Kami mau kembali dan bersatu ke NKRI, terima kasih atas kepedulian yang diberikan dan menyambut kami dengan baik serta memberikan kami lapangan pekerjaan yang layak,” tutur J. Karubaba.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
