
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dok JawaPos
JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama atau setara eselon II di lingkungan Pemprov Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (24/9) malam.
”Kepada pejabat baru, segera lakukan koordinasi dan berikan layanan cepat dari seluruh layanan publik,” ujar Khofifah di sela sambutannya saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama.
Pelantikan tersebut dilakukan berdasar Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur Nomor: 821.2/4445/204/2021 tanggal 23 September tentang Pengangkatan dalam Jabatan, Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II). Turut hadir Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, serta para kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim.
Kelima pejabat eselon II yang dilantik yaitu Benny Sampirwanto yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Jatim. Kemudian, Hudiyono yang sebelumnya Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat sebagai Kepala Diskominfo Jatim.
Berikutnya, Andriyanto yang sebelumnya menjabat Kepala DP3AK sebagai Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Dua nama lainnya adalah pejabat asal kabupaten, yaitu Akhmad Jazuli yang sebelumnya Sekda Kabupaten Jombang sebagai Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia dan Joko Irianto yang sebelumnya Sekda Kabupaten Trenggalek sebagai Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Ekonomi dan Pembangunan.
Proses pelantikan terhadap tiga orang staf ahli merupakan hal baru pada era kepemimpinan Gubernur Khofifah. Sebab, selama ini belum pernah melantik pejabat di posisi tersebut.
”Kepada tiga staf ahli, segera koordinasi dengan BPS. Semisal, staf ahli bidang pemerintahan, hukum dan politik kaitannya dengan indeks demokrasi,” kata Khofifah yang juga mantan menteri sosial itu.
Gubernur Khofifah juga mengingatkan kepada pejabat yang baru tidak lupa bersedekah karena bisa menolak bala. ”Keberseiringan kita dengan anak yatim, salawat nabi. Selamat melaksanakan tugas dan semoga berseiring dengan ridho Allah SWT,” ucap Khofifah.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meminta agar seluruh staf ahli berkoordinasi dan menyinkronkan capaian 11 indikator kinerja utama (IKU) yang menjadi barometer pengukuran capaian kinerja di dalam RPJMD Jatim.
Indikator-indikator tersebut meliputi kenaikan pertumbuhan ekonomi, indeks theil, indeks gini, prosentase penduduk miskin, indeks pembangunan gender, indeks pembangunan manusia, persentase tingkat pengangguran terbuka, indeks reformasi birokrasi, indeks kesalehan sosial, indeks kualitas lingkungan hidup, dan indeks risiko bencana.
”Berkaitan 11 IKU, saya minta tolong ketiga staf ahli segera melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan OPD terkait serta BPS Jatim,” papar Khofifah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
