Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 September 2021 | 03.38 WIB

Ekskavasi Tahap Tiga Situs Kumitir Mojokerto Dimulai

Pemkab Mojokerto melanjutkan proses ekskavasi situs kumitir di Mojokerto. Pemkab Mojokerto/Antara - Image

Pemkab Mojokerto melanjutkan proses ekskavasi situs kumitir di Mojokerto. Pemkab Mojokerto/Antara

JawaPos.com–Pelaksanaan ekskavasi (penggalian) tahap tiga Situs Kumitir di Mojokerto, Jawa Timur, dimulai. Dijadwalkan ekskavasi berlangsung kurang lebih selama 22 hari ke depan (6-–28 September), kerja sama antara Pemkab Mojokerto, BPCB Trowulan, dan para akademisi di bidangnya.

”Kami berpesan supaya aktivitas pembangunan di Desa Kumitir dilakukan secara hati-hati untuk mendukung ekskavasi,” kata Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati seperti dilansir dari Antara di sela pemotongan tumpeng tanda dimulainya pelaksanaan ekskavasi Situs Kumitir di Pendapa Balai Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, Senin (6/9).

Dia mengatakan, kehati-hatian itu perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi. Sebab, para arkeolog banyak yang meyakini akan ada temuan baru yang mungkin terjadi ke depan.

Bupati juga menyebut Situs Kumitir sebagai masa depan cerah bagi Mojokerto. Sebab, akan menambah daftar penemuan baru dan pembuktian budaya dan peninggalan Majapahit.

Bupati berpesan agar proses pembangunan di Desa Kumitir, dilakukan secara hati-hati.

”Saya pesan kepada Pak Kades, proses pembangunan pasti berbeda dengan desa lain. Di sini ada temuan Situs Kumitir yang sangat berharga. Pastinya harus lebih hati-hati ke depan, jangan sampai mengganggu proses ekskavasi. Karena bisa jadi masih ada yang belum ditemukan. Kumitir dapat menjadi masa depan cerah bagi Kabupaten Mojokerto,” ujar Ikfina Fahmawati.

Berdasar beberapa sumber, para arkeolog meyakini bahwa situs seluas 6 hektare tersebut merupakan bagian dari jejak arkeologis Kerajaan Majapahit yakni istana Raja (Bhre) Wengker. Raja Wengker menurut sejarah, adalah menantu pendiri Majapahit Raden Wijaya sekaligus paman Hayam Wuruk.

Kepala Dinas Budpar Provinsi Jawa Timur Sinarto juga menyatakan apresiasinya untuk Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, yang masuk dalam 50 besar desa wisata se-Indonesia. Desa yang khas dengan rumah penduduk bergaya etnik Majapahit, menjadi salah satu inspirasi rencana pelaksanaan Pekan Budaya Daerah Jawa Timur.

”Gubernur Jawa Timur dan Komisi E DPRD sangat mendukung apabila diselenggarakan pekan budaya daerah dengan mengangkat budaya Majapahit sebagai inspirasinya. Kita dapat mengangkat Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan menjadi tujuan wisata. Majapahit harus terus kita angkat sebagai kebanggaan kita,” ucap Sinarto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore