
Ilustrasi petugas keamanan berjaga di Lapangan Gasibu, Bandung, Jawa Barat. Raisan Al Farisi/Antara
JawaPos.com–Kawasan Gasibu dan GOR serta Taman Saparua Bandung, Jawa Barat, kembali dibuka untuk aktivitas olahraga mulai Rabu (1/9). Sejumlah syarat harus dilakukan warga yang akan berolahraga di dua tempat milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.
Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Sumasna mengatakan, sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 83 Tahun 2021, kedua tempat olahraga tersebut kembali dibuka dengan sejumlah pembatasan.
”Kami telah mendapatkan instruksi dari Pak Gubernur Jabar, untuk menganalisis pembukaan lagi dua sarana, Saparua dengan Gasibu. Nah terus kita uji coba mulai Rabu (1/9),” kata Sumasna seperti dilansir dari Antara di Bandung.
Berdasar panduan Perwal Kota Bandung Nomor 83 Tahun 2021, maksimal kapasitas tempat olahraga itu 50 persen. Sehingga, setiap sarananya maksimal dikunjungi 150 orang dalam satu waktu.
”Warga atau pengunjung harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi, terus kita siapkan aplikasi untuk memonitor jumlah yang on site, karena kan batas 50 persen. Mudah-mudahan tetap bisa kita amankan. Pas masuk itu ada QR Code, pengunjung harus scan,” terang Sumasna.
Dia mengatakan, pengunjung pun harus mempersiapkan KTP dengan handphone untuk pemindaian kode saat masuk dan keluar sarana. ”Kalau untuk kapasitas Lapangan Gasibu karena 400 meter kan, kalau jarak per orang itu rata-rata 5 meter, kita kenanya sekitar 150-an orang. Tapi kita masih harus nanti evaluasi apakah wajar di angka seperti itu atau seperti apa,” tutur Sumasna.
Sebagai tahap awal, di GOR dan Taman Saparua pun diberlakukan maksimal 150 pengunjung dalam satu waktu, walaupun ada berbagai fasilitas lain seperti panjat tebing dan sepatu roda. Sumasna mengatakan, ketika beraktivitas di Gasibu dan Saparua masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan, termasuk memakai masker. Hanya saja apabila sedang melakukan olah raga atau aktivitas fisik berat seperti berlari, masker bisa dibuka sejenak tapi tetap wajib menjaga jarak.
”Kalau untuk aktivitas tertentu itu masker boleh buka, tapi tidak boleh permanen. Jadi buka tutup begitu. Karena teman-teman kan yang lari agak sulit kalau lari pakai masker, tapi kalau jalan kita harus pakai dan semua harus jaga jarak,” papar Sumasna.
Sumasna menambahkan, sudah berkoordinasi dengan Satpol PP serta Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat untuk menjaga ketertiban dan prokes di kawasan tersebut.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
