
Polisi tangkap oknum ASN pungli rapid test antigen di Bakauheni. Antara
JawaPos.com–Polres Lampung Selatan menangkap dua orang, yang salah satunya oknum aparatur sipil negara (ASN), pelaku pungutan liar. Mereka meminta keterangan hasil rapid test antigen terhadap penumpang bus saat akan menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak, Banten.
”Dua tersangka yang aksinya sempat viral di media sosial itu, tidak lama berhasil kami tangkap,” kata Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin seperti dilansir dari Antara dari Bandarlampung, Jumat (16/7).
Dua oknum pelaku pungli tersebut bernama Afrianto dan Budi Riski. Afrianto merupakan seorang oknum ASN di instansi pemerintah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan. Sedangkan Budi Riski yang merupakan seorang pengurus penyeberangan bus di Pelabuhan Bakauheni.
”Tersangka Afrianto ini diperbantukan di Seaport Interdiction (SI) Bakauheni pada masa PPKM darurat,” ujar Edwin.
Edwin menjelaskan, modus yang digunakan kedua pelaku tersebut dengan cara meminta sejumlah uang kepada penumpang bus yang tidak memiliki surat keterangan rapid test antigen, agar dapat melewati pos penyekatan. ”Mereka meminta uang sebesar Rp 100 ribu, dianggap sudah memiliki surat rapid test antigen,” terang Edwin.
Tersangka Budi bertugas untuk berkoordinasi dengan sopir bus dan penumpang yang tidak memiliki surat rapid test antigen. Kemudian tersangka Afrianto bertugas meloloskan mobil bus di Bakauheni dari pemeriksaan petugas setempat.
”Saat tersangka Budi tahu ada yang tidak membawa keterangan rapid test antigen, kemudian dia berkomunikasi dengan Afrianto dan sepakat keduanya untuk melewatkan bus tersebut,” tutur Edwin.
Berdasar keterangan tersangka, lanjut kapolres, mereka telah melakukan aksinya pada hari itu saja. Mereka telah melakukan pungli terhadap empat bus di Pelabuhan Bakauheni dengan mendapatkan total uang sebesar Rp 1,3 juta.
”Saat penangkapan, kami hanya mendapatkan uang Rp 400 ribu, sisanya telah mereka pakai untuk kebutuhan mereka. Kami juga masih kembangkan apakah mereka sebelumnya telah melakukan aksi pungli terhadap bus lain,” kata Edwin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
