
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Penularan Covid-19 yang semakin masif dengan munculnya varian India membuat banyak kepala daerah harus bekerja ekstra keras mencegah menularannya. Terkait wacana penerapan lockdown di DIJ oleh Gubernur Hamengku Buwono (HB) X, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto tegas menjawab, “Itu namanya PPKM.”
Sebelumnya HB X mewacanakan untuk menerapkan lockdown, apabila penambahan kasus tak bisa dikendalikan. Pernyataan ini terlontar setelah menyikapi pecah rekor 2 hari berturut-turut. Tercatat kasus Covid-19 melonjak jadi 534 kasus pada Rabu (16/6). Selang satu hari setelahnya kembali pecah rekor menjadi 595 kasus.
Lebih lanjut, merespons wacana lockdown yang diutarakan Gubernur DIJ. Yang diperlukan saat ini, kata Airlangga, adalah bagaimana memperketat penerapan PPKM mikro. Hal itu diungkapkan Airlangga saat ditemui di Rumah Kreatif BUMN (RKB) Sagan, Jogja, Sabtu (19/6).
Menurutnya, saat ini dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) maupun PPKM mikro tinggal diperkuat. Di DIJ, PPKM dimodifikasi menjadi pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM).
“Sudah ada PPKM, untuk zona merah PPKM per wilayah harus dijaga,” ungkap Airlangga seperti dikutip Radar Jogja.
Di antaranya, dengan menerapkan work from home (WfH) untuk zona merah hingga 75 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu juga menyebutkan, sudah ada surat edaran dari Menteri Agama, untuk beribadah di rumah untuk zona merah. Begitu pula untuk sekolah tetap dilakukan secara daring.
Airlangga juga mengingatkan, untuk pusat keramaian seperti malam dan kafe harus dijaga kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.
Selain itu juga didorong untuk take away. “Dipastikan pula pukul 21.00 sudah harus tutup,” tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
