
Wali Kota Medan Bobby Nasution (Pemkot Medan for JawaPos.com)
JawaPos.com - Wali Kota Bobby Nasution membuat perbaikan dalam sistem pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan. Ke depan Pemkot Medan menggunakan sistem katalago elektronik (e-katalog) untuk proyek perbaikan infrastruktur.
Bobby nasution meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menggunakan e-katalog dalam melakukan kegiatan perawatan jalan atau infratruktur lainnnya. Perubahan sistem itu diharapkannya dapat mempercepat proses perbaikan jalan.
“Mudah-mudahan proses tender yang biasanya memerlukan watu lama selama 40 hari, belum lagi proses lainnya akan hilang dengan pemakaian e-katalog ini,” kata Bobby Nasution di Medan, Kamis (17/6).
Bobby menjelaskan, penggunaan sistem e-katalog diharapkan tidak hanya sekadar mengejar proses pengerjaan tetapi juga kualitas dan ketepatan dari sebuah pengerjaan proyek.
Maka dari itu, pihak yang bisa menjadi rekanan di lingkungan Pemkot Medan harus terdaftar di dalam e-katalog. Sistem itu dianggap dapat mengantisipasi kehadiran pemborong atau kontraktor dadakan untuk melakukan pengerjaan infrastruktur di Kota Medan.
“Tidak ada lagi seperti anak-anak SMA yang punya sejumlah uang dan berkumpul, sumsuman Rp 20 juta, terkumpul Rp 200 juta bisa mengerjakan proyek di Kota Medan. Itu yang kita hindari dengan pemakaian e-kalaog ini. Perusahaan di Kota Medan, banyak bisa memproduksi aspal yang sudah diolah atau AMP (asphalt mixing plant). Semua nanti jelas kualitasnya dan perusahaan yang punya kapasitas mengerjakannya hanya beberapa AMP di Medan yang bisa mengerjakannya," ujar menantu Presiden Jokowi itu.
Upaya Wali Kota Medan dalam percepatan proses tender dengan menerapkan e-katalog dan keseriusannya dalam mempercepat perbaikan infrastruktur itu pun didukung oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut).
Baca juga: Pemkot Medan Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK Sumut
HMI Sumut menilai, dengan adanya e-katalog memungkinkan data dapat diperbarui dan diakses secara cepat dan mudah.
"Akan lebih mudah dan cepat, data-datanya juga akan dapat diperbaharui, itu bisa membantu dalam percepatan perbaikan dan pembangunan infrastruktur di Kota Medan ini," kata Ketua HMI Sumut M Alwi Hasbi Silalahi, Kamis (17/6).
Selain itu, kata Hasbi, datanya lebih akurat dan dapat dengan mudah divalidasi sehingga mengurangi tingkat kesalahan dan ketidaksesuaian. "Data juga lebih akurat dan mudah divalidasi, jadi tingkat kekeliruan juga berkurang," tandasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
