
Ilustrasi KRL Jogjakarta–Solo. Andreas Fitri Atmoko/Antara
JawaPos.com - Terhitung mulai Jumat ini hingga Minggu (14/3/2021), jadwal perjalanan Kereta Rel Listrik Jogjakarta-Solo, yang semula 20 kali perjalanan ditambah menjadi 24 perjalanan dalam sehari. Hal itu dilakukan guna meningkatkan layanan kepada penumpang.
"Selama akhir pekan ini, ada tambahan empat perjalanan KRL Jogjakarta-Solo sebagai upaya menambah kapasitas layanan untuk penumpang," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba pada Jumat (12/3), seperti dikutip dari Antara.
Tambahan perjalanan KRL Jogjakarta-Solo pada akhir pekan tersebut dilakukan untuk pemberangkatan pukul 14.00 WIB dan 17.10 WIB dari Jogjakarta ke Solo, sedangkan dari Solo Balapan akan dilakukan tambahan perjalanan pada pukul 12.45 WIB dan 15.32 WIB.
Selain menambah jadwal perjalanan pada akhir pekan, KRL Jogjakarta-Solo juga tetap mengoperasionalkan rangkaian kereta dengan stamformasi delapan gerbong pada keberangkatan jam tertentu.
Dengan stamformasi delapan gerbong, maka kapasitas KRL pun akan mengalami kenaikan 100 persen yaitu menjadi 592 penumpang dibanding stamformasi empat gerbong yang lebih banyak dioperasionalkan untuk KRL Jogjakarta-Solo.
Informasi mengenai jadwal perjalanan KRL Jogjakarta-Solo, posisi kereta dan kepadatan di stasiun dapat dipantau melalui aplikasi KRL Access.
Anne kembali mengingatkan bahwa KAI Commuter tetap mendukung upaya pencegahan penularan Covid-19, sehingga diberlakukan berbagai aturan bagi penumpang KRL Jogjakarta-Solo.
Aturan operasional KRL Jogjakarta-Solo yang diberlakukan selama masa pandemi di antaranya kapasitas maksimal 74 penumpang per gerbong, penumpang memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan larangan makan atau minum serta berbicara di kereta.
Guna memastikan aturan kapasitas maksimal terpenuhi, maka dilakukan penyekatan antrean di stasiun apabila kondisinya padat penumpang. "Ikuti marka yang ada di stasiun maupun di dalam kereta sebagai pedoman posisi duduk atau berdiri," katanya.
Ia pun mengimbau penumpang agar penggunaan kereta sebagai alat transportasi dilakukan untuk kebutuhan mendesak, sehingga orang tua atau anak di bawah lima tahun diharap tetap di rumah, dan jika tidak mendesak tidak diajak naik KRL. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=JNwZ8AmmHik

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
