
Kawasan Pantai Kuta di Badung, Bali, dipenuhi sampah kiriman pada Kamis (31/12). Nyoman Hendra Wibowo/Antara
JawaPos.com–Sekitar 30 ton sampah diangkut dari kawasan Pantai Kuta di Kabupaten Badung, Bali. Kegiatan bersih-bersih pantai melibatkan personel TNI dan Polri, anggota Pramuka, dan aparat instansi pemerintah pada Jumat (1/1). Tiga alat berat dikerahkan untuk memudahkan pengangkutan sampah, yang selain plastik juga mencakup kayu-kayu dan bambu.
Asisten Teritorial Kepala Staf Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Made Mahaparta seperti dilansir dari Antara di Pantai Kuta mengatakan, sampah yang memenuhi Pantai Kuta sebagian besar sampah plastik.
”Kita lihat di sini 70 persen adalah sampah plastik,” kata Made Mahaparta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung I Wayan Puja mengatakan, penumpukan sampah di kawasan Pantai Kuta merupakan masalah tahunan. ”Sampah sudah mulai agak berkurang, terutama yang kayu-kayu besar. Kalau dulu kan ada, kalau sekarang cuma batang-batang kayu,” ujar I Wayan Puja.
”Yang banyak sekarang ini bentuknya adalah sampah plastik. Berarti datang dari permukiman-permukiman yang sampahnya tidak dikelola,” tambah I Wayan Puja.
Pada musim hujan, lanjut dia, sampah-sampah dari permukiman dan area lain yang terbawa aliran air sungai masuk ke kawasan Pantai Kuta. Bertebaran di area pantai sepanjang sekitar 15 km.
”Tahun ini sebenarnya sudah turun. Sekarang, mengawali 2021, tumbuh lagi. Mudah-mudahan berikutnya terus berkurang. Harapan kita seperti itu,” tutur I Wayan Puja.
Sementara itu, prajurit TNI Angkatan Laut dikerahkan untuk membantu membersihkan kawasan Pantai Kuta di Kabupaten Badung, Bali. ”Kegiatan bersih-bersih ini harus dimulai dari kita semua,” kata Komandan Pangkalan Angkatan Laut Denpasar Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara di Pantai Kuta.
Dia mendorong warga dan wisatawan untuk ikut menjaga kebersihan kawasan pantai dan menaruh sampah di tempat yang tersedia saat berekreasi di pantai. Selain merusak keindahan, sampah bisa mengganggu ekosistem di kawasan pantai.
”Kalau sampah-sampah dari pinggir pantai sampai masuk ke area dekat dermaga, lalu lintas kapal juga bisa terganggu,” ujar Ketut Budiantara.
Petugas Balawista Pantai Kuta Wayan Suadi menambahkan, sampah-sampah kayu di kawasan pantai bisa membahayakan wisatawan. ”Membahayakan untuk orang yang berenang, karena banyak sampah kayu-kayu, untuk bermain selancar juga membahayakan. Enggak senang juga melihat pantai kotor seperti saat ini,” kata Wayan Suadi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=2tsAiyxx-ZU

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
