
TAHAN YA, PAK!: Petugas mengambil darah seorang warga dalam rapid test di Sememi, Sabtu (30/5). (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com–Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember menyiapkan sebanyak 50 ribu tes cepat Covid-19 untuk santri yang tersebar di 600 lebih pondok pesantren (ponpes). Tes cepat akan dilakukan sebelum santri tersebut masuk pesantren untuk mencegah penyebaran virus korona.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember Gatot Triyono seperti dilansir dari Antara menjelaskan, pemeriksaan kesehatan kepada santri bagian dari protokol kesehatan di pesantren untuk menghadapi kembalinya para santri. Pemeriksaan tes cepat Covid-19 akan dilaksanakan untuk santri dari dalam maupun dari luar Jember.
”Pemkab Jember menyiapkan kendaraan untuk mengantar santri sampai tujuan. Santri tidak boleh menggunakan angkutan umum. Santri dari Jember yang akan kembali ke pondok di luar Jember juga harus menjalani tes cepat Covid-19, agar saat tiba di pondok pesantren sudah bisa dipastikan aman dari paparan virus korona,” kata Gatot.
Sementara itu, Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading di Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, menjadi pondok yang pertama mendapatkan pelayanan tes cepat Covid-19 secara gratis dari Pemkab Jember.
Camat Bangsalsari Murtadlo mengatakan, sebanyak 1.200 santri Bustanul Ulum mengikuti pemeriksaan tes cepat sebelum masuk ke kamar masing-masing. Sedangkan wali murid santri yang mengantar tidak boleh masuk ke pesantren.
”Tes cepat Covid-19 juga dilakukan kepada pengasuh, keluarga pengasuh, serta para guru yang berjumlah 125 orang. Bahkan saat santri datang, seluruh barang dikumpulkan jadi satu dan disemprot disinfektan,” terang Murtadlo.
Jika hasil tes cepat santri nonreaktif, santri bisa masuk ke kamar masing-masing. Namun, apabila reaktif langsung dikirim ke rumah sakit untuk menjalani isolasi. ”Untuk memastikan dilakukan menjaga jarak fisik, semua kamar santri diperiksa. Dulu, satu kamar ditempati 15 santri, kini hanya diisi enam santri,” ujar Murtadlo.
Dewan Pengasuh Ponpes Bustanul Ulum Muhammad Nurul Abror mengatakan, tes cepat sangat penting pada situasi pandemi Covid-19. Sebelum ada tes cepat gratis dari Pemkab Jember, ponpes telah memberlakukan protokol kesehatan.
”Tes cepat ini sangat membantu pihak pesantren untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kami sebelumnya juga telah mengimbau santri untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti cuci tangan, bermasker, dan menerapkan social dan physical distancing,” kata Muhammad Nurul Abror.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=5cKJCLaUN-g
https://www.youtube.com/watch?v=9FQY9NOUUM0
https://www.youtube.com/watch?v=WtV0hYrRWAc

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
