
Kantor Dinkes Bantul, DIY. (Foto : ANTARA/Hery Sidik)
JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyebut, ada empat kategori dalam identifikasi virus korona atau Covid-19. Penyakit karena infeksi virus itu menyebabkan gangguan sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
”Kita ada empat kategori dalam Covid-19. Satu, kategori orang dalam pemantauan atau ODP. Yaitu orang yang datang dari daerah pandemik (negara terjangkit Covid-19) namun tidak ada gejala,” kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharjo seperti dilansir dari Antara pada Jumat (6/3).
Agus menjelaskan, kategori selanjutnya adalah orang dalam pengawasan. Yakni sudah dirawat dan diperiksa di rumah sakit karena terdapat gejala-gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas. Namun belum spesifik mengarah pada gejala virus yang kini menjadi wabah dunia tersebut. ”Yang ketiga kategori suspect (dugaan) pasien Covid-19. Pasien ini masih menunggu hasil cek laboratorium dan belum terkonfirmasi. Nah setelah itu baru dinyatakan positif apabila sudah terkonfirmasi hasil dari cek laboratorium,” terang Agus.
Penanganan orang dan pasien dalam empat kategori tersebut, lanjut Agus, berbeda dan disesuaikan dengan standar operasional prosedur yang dikeluarkan pemerintah. Saat ini, di Bantul tidak ada pasien positif Covid-19, melainkan hanya orang dalam pengawasan.
”Biasanya (hasil laboratorium) terkirim 24 jam terus hasilnya, tetapi sampai dengan saat ini (pasien) yang sudah ada baik di RSUP Sardjito maupun di RSPS (Rumah Sakit Panembahan Senopati) Bantul semua konfirmasi negatif,” ujar Agus.
Agus menambahkan, berkaitan dengan kesiapan pencegahan dan penanganan kasus kesehatan khususnya Covid-19, Dinkes sudah mengadakan rapat koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah setempat. Termasuk siap melakukan penjemputan pasien dengan gejala-gejala mirip dengan terinfeksi Covid-19. ”Sudah koordinasi di provinsi, kita lakukan penjemputan kalau ada pasien dengan gejala-gejala tersebut dan habis dari daerah endemis atau negara yang terjangkit itu kita lakukan penjemputan. Kemarin sudah sepakat, kita akan jemput,” ujar Agus.
Menurut Agus, untuk penjemputan pasien, sudah menyiapkan ambulans dari Unit Public Safety Center (PSC) 119 Bantul, RS PKU Muhammadiyah Bantul, RS Hardjo Lukito dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul. ”Biaya pengobatan sesuai dengan regulasi yang ada kita terapkan, kalau sudah dirawat dan tidak ada jaminan BPJS, kita jamin sesuai dengan mekanisme di Bantul,” katanya.
Saksikan video terkait virus korona berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Lx1XnrAzOwk
Video lainnya terkait virus korona:
https://www.youtube.com/watch?v=B4oXE_JZIUU
https://www.youtube.com/watch?v=xmS3ECidS24

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
