
LALAI DAN MENGANTUK: Lokasi kecelakaan di Km 81, Tol Balikpapan- Samarinda kemarin. Mobil menabrak pagar pembatas hingga menembus ke bagian belakang kendaraan. Seluruh penumpang di evakuasi ke RSUD IA Moeis untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut.(DAD
JawaPos.com – Untuk kesekian kalinya sejak dioperasikan akhir tahun lalu, kecelakaan lalu lintas (lakalantas) kembali terjadi di Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). Terakhir, mobil Toyota Avanza KT 1539 KP menabrak besi pembatas (guard rail barrier) di Km 81, tak jauh dari Gerbang Tol Palaran, Rabu (19/2), sekira pukul 10.30 Wita.
Mobil berkelir hitam itu ringsek tertembus guard rail dari depan kiri hingga bagian belakang. Kondisinya rusak parah. Mulai bumper depan kiri, kabin, hingga kursi penumpang belakang. Mobil nahas itu dikemudikan Puji Syukur,41. Dia membawa tujuh orang. Sehingga total penumpang dalam kendaraan itu delapan orang.
Meski tabrakan cukup parah, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Enam korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Yakni RSUD Inche Abdoel Moeis, Loa Janan Ilir, Samarinda.
Sebelum sampai ke titik tempat kejadian perkara (TKP), kondisi jalan sedikit menanjak. Mendekati TKP, jalur tiba-tiba menurun. Dari peringatan yang dipasang pengelola tol, kecepatan maksimal berada di jalur mendahului 80 km/jam. Namun, dari pantauan harian ini, rata-rata yang melintas di kawasan tersebut bisa di atas batas yang ditentukan.
Guard rail terpasang ketika mendekati jembatan layang, tak jauh dari TKP kecelakaan. Sisi kanan dan kiri, terlindung dengan bukit. Bukan aspal, sebagian masih semen. Tak jauh dari lokasi, ada beberapa aktivitas warga dan jalur perlintasan truk pengangkut batu bara. Di lokasi kejadian, besi pelindung pun diletakkan ke parit. Barier kerucut dipasang. Tampak cat putih di badan jalan yang tak diperkenankan untuk digunakan sebagai jalur perlintasan, menandakan bekas kecelakaan.
Kendaraan kemudian dibawa ke kantor Jasa Marga tak jauh dari Gerbang Tol Palaran. Berdasarkan keterangan Syukur, mobil yang dikemudikan berangkat dari Petung, Penajam Paser Utara. Tujuannya Kota Samarinda. "Awalnya enggak ada masalah. Saya juga kaget, tahu-tahu di Km 81 itu ada besi, sempat banting setir tapi enggak bisa menghindar," ucapnya seperti dikutip Kaltim Post (Jawa Pos Group) saat ditemui di RSUD IA Moeis, Kamis (20/2).
Di dalam mobil, lanjut Syukur, ada 2 orang duduk di kursi belakang, 3 di kursi tengah, dan 3 orang sisanya berada di depan termasuk dirinya. "Tadi langsung dilarikan ke rumah sakit, pakai mobil pribadi," sambungnya. Enam orang itu Katemi (60), Eka Setiawati (29), M Abid Akila Pranaja (6), M Aditiya Rahman (18), Ema Oktavia Hairul Nisa (21), dan Jaurah (56) langsung dirawat intensif di instalasi gawat darurat (IGD).
Terpisah, Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Erick Budi Santoso menjelaskan, dari pemeriksaan timnya di lapangan, pengemudi sempat mengalami micro sleep sebelum menghantam pembatas jalan dengan kecepatan tinggi.
"Dia sempat tertidur karena mengantuk, sehingga kendaraannya keluar jalur hingga menabrak pembatas jalan," ungkap Erick saat dihubungi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
