Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juli 2019 | 01.28 WIB

Santri Jatim Tindaklanjuti Ekspor Krisan Ke Jepang

Bunga Krisan di Jawa Timur yang diekspor ke Jepang. (Kementan) - Image

Bunga Krisan di Jawa Timur yang diekspor ke Jepang. (Kementan)

JawaPos.com - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pengurus Wilayah Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (PW LPPNU) Jawa Timur (Jatim) sedang menjajaki pasar ekspor bunga Krisan ke Jepang. Dalam waktu dekat LPPNU mengirim sampel bunga Krisan sebagai bahan yang akan diekspor ke negeri Sakura tersebut.

Ketua PW LPPNU Jatim Ghufron Ahmad Yani mengatakan, Tim LPPNU Jatim dengan difasilitasi Dirjen Hortikultura dan Badan Karantina Kementan akan berangkat ke Jepang dengan membawa sampel Bunga Krisan dari Green House binaan. "Permintaan sementara per minggu mencapai 100 ribu per pekan. Semoga semuanya lancar dan deal. Jika itu terjadi maka itu angka yang besar dan tidak mungkin bisa terpenuhi dengan beberapa Green House saja,” ujar Ghufron Ahmad Yani di Surabaya, Rabu (10/7).

Pria yang akrab disapa Yani ini menjelaskan, ekspor bunga Krisan merupakan bentuk nyata eksistensi LPPNU yang tidak sebatas mengadvokasi petani. Lebih dari itu, mencarikan solusi bagi produk yang dihasilkan petani agar memberikan nilai tambah. Harapannya ke depan petani semakin sejahtera dan komoditasnya berdaya saing hingga di pasar dunia.

Lebih lanjut Yani mengatakan, sambil menunggu proses di Jepang, pihaknya sedang mendata kawasan-kawasan yang bisa dikembangkan budidaya Bunga Krisan di Jatim. Selain Batu dan Pasuruan, akan dikembangkan juga di Jember dan Banyuwangi.

“Tim ahli dan peneliti pengembangkan Bunga Krisan sudah disediakan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Sebetulnya untuk pasar lokal banyak petani yang merasa kewalahan memenuhi permintaan apalagi pada musim hajatan pernikahan. Namun apabila dibuka peluang ekspor, maka semangat petani akan bertambah,” bebernya.

Adapun harga bungan Krisan biasanya per ikat dengan isi 10 batang yakni Rp 13.000. Pada saat-saat banyak hajatan bisa meningkat menjadi Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per ikat.

Sementara Bunga Krisan yang diminta Jepang hanya 2 varietas, yakni yang favorit warna kuning (Puspita Nusantara) dan warna putih (Kinanti).

"Budidaya bunga krisan ini mempunyai nilai ekonomis tinggi sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Memang dibutuhkan kemampuan tertentu dan hanya bisa ditanam pada katinggian tertentu. Oleh karena itu LPPNU Jatim akan memberikan pendampingan budidaya," urai Yani.

Photo

Bunga Krisan di Jawa Timur yang akan diekspor ke Jepang. (Kementan)

Terpisah, Dirjen Hortikultura Suwandi mengatakan, Kementan terus memacu peningkatan produksi komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya tanaman hias yang memiliki potensi pasar ekspor yang terbuka lebar.

Indonesia sangat kaya dengan komoditas tanaman hias. Terdapat 173 jenis tanaman hias dengan ribuan jenis varietas yang tersebar di berbagai daerah.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kami target tanaman hias yang petani produksi berkualitas ekspor agar pendapatan petani dan negara meningkat. Ini pasti bisa karena tanaman hias kita memiliki daya saing yang tinggi di pasar dunia. Keunggulan lainnya, tanaman hias kita bisa memberikan kasih sayang bagi para pecinta bunga,” kata Suwandi.

Photo

Ketua PW LPPNU Jatim Ghufron Ahmad Yani. (Kementan)

Perlu diketahui, pada Maret 2019, bertempat di Cianjur Jawa Barat, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor bunga Krisan ke Jepang sebanyak 14 juta stek.

Melansir data BPS, total ekspor komoditas hortikultura 2018 sebesar 435.328 ton senilai Rp 6,27 triliun. Khusus ekspor bunga Krisan pada 2018 sebesar 59,1 ton senilai Rp 11,7 miliar dan tanaman hias 2018 sebesar 4.675 ton. Selain Jepang, tujuan ekspor krisan selama ini ke Kuwait, Malaysia dan Singapura.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore