
DIBANGUN DARI SWADAYA WARGA BULANG: Maksum salat di Masjid Al Mujahadah yang ruang utamanya dibangun tanpa tiang. (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Masjid Al Mujahadah di RT 2, RW 3, Desa Bulang, Kecamatan Prambon, menarik perhatian. Selain besar, masjid tersebut memiliki ruang utama tanpa tiang. Yang datang ke masjid tersebut tak hanya beribadah, tetapi juga foto-foto.
Ruang utama itu memiliki diameter 27 meter dan tinggi 17 meter. Tak ada satu pun tiang yang menyangga ruangan tersebut. ''Atap ruang utamanya dicor semua tanpa tiang,'' jelas Kepala Desa Bulang Abdul Kodir kemarin (17/5)
Kodir menuturkan, hanya ada dua desain tersebut di Indonesia. Yakni, di Pontianak dan Desa Bulang. Masjid di lahan 2.000 meter itu baru diresmikan 23 Januari oleh KH Anwar Zahid. ''Tanggal 17 Mei 2015 pembangunannya baru dimulai,'' kata Ketua Takmir Masjid Al Mujahadah Ainurrofiq.
Ditaksir, pembangunan masjid tersebut menghabiskan dana Rp 4,2 miliar. Dana untuk membangun masjid itu hanya bersumber dari sumbangan warga Bulang. Tiap minggu, pengurus masjid dan RT keliling ke rumah warga. Mereka membawa kaleng. Warga bebas menyumbang berapa pun. Ada juga yang langsung menyumbang ke masjid. ''Ada pula warga Bulang, tapi yang sudah pindah. Mereka juga menyumbang,'' tutur Rofiq.
Masjid tersebut, kata Rofiq, juga kerap digunakan jamaah dari luar desa untuk tempat berkumpul. Mereka tertarik dengan desainnya. Bahkan, juga ada yang berfoto-foto. Selain tanpa tiang, masjid tersebut mempunyai banyak ukiran pada dinding hingga atapnya. Temboknya diukir. ''Itu yang butuh pengerjaan lama,'' kata Rofiq. Ukiran tersebut dicat berbagai macam warna. Ada sepuluh warna berbeda yang menghiasi ukiran itu. ''Cat dan ukirannya tersebut saja menghabiskan Rp 1 miliar sendiri,'' ungkap Rofiq.
Masjid itu tampak semakin megah karena dikelilingi pintu dan jendela kaca. Total, ada 8 pintu kaca besar dan 32 jendela kaca. Rofiq mengatakan, desain tersebut memungkinkan jamaah yang salat di luar tetap bisa melihat imam dan khatib. ''Selain itu, agar interior masjid terlihat dari luar,'' jelasnya.
Pada Ramadan kali ini, masjid berdaya tampung 1.000 orang tersebut memiliki agenda khusus. Yakni, kajian kitab setiap sore. ''Buka bersama gratis juga setiap hari setelah kajian,'' kata pria yang juga menjabat Kaur Kesra Desa Bulang itu. Setelah salat Subuh, juga ada kajian tafsir. Khusus tahun ini, yang dikaji adalah tafsir juz 6. ''Setiap Kamis Legi dan Minggu juga ada kajian rutin,'' ucapnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
