Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Mei 2019 | 23.51 WIB

Megahnya Masjid tanpa Tiang Desa Bulang Sidoarjo

DIBANGUN DARI SWADAYA WARGA BULANG: Maksum salat di Masjid Al Mujahadah yang ruang utamanya dibangun tanpa tiang. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

DIBANGUN DARI SWADAYA WARGA BULANG: Maksum salat di Masjid Al Mujahadah yang ruang utamanya dibangun tanpa tiang. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Masjid Al Mujahadah di RT 2, RW 3, Desa Bulang, Kecamatan Prambon, menarik perhatian. Selain besar, masjid tersebut memiliki ruang utama tanpa tiang. Yang datang ke masjid tersebut tak hanya beribadah, tetapi juga foto-foto.

Ruang utama itu memiliki diameter 27 meter dan tinggi 17 meter. Tak ada satu pun tiang yang menyangga ruangan tersebut. ''Atap ruang utamanya dicor semua tanpa tiang,'' jelas Kepala Desa Bulang Abdul Kodir kemarin (17/5)

Kodir menuturkan, hanya ada dua desain tersebut di Indonesia. Yakni, di Pontianak dan Desa Bulang. Masjid di lahan 2.000 meter itu baru diresmikan 23 Januari oleh KH Anwar Zahid. ''Tanggal 17 Mei 2015 pembangunannya baru dimulai,'' kata Ketua Takmir Masjid Al Mujahadah Ainurrofiq.

Ditaksir, pembangunan masjid tersebut menghabiskan dana Rp 4,2 miliar. Dana untuk membangun masjid itu hanya bersumber dari sumbangan warga Bulang. Tiap minggu, pengurus masjid dan RT keliling ke rumah warga. Mereka membawa kaleng. Warga bebas menyumbang berapa pun. Ada juga yang langsung menyumbang ke masjid. ''Ada pula warga Bulang, tapi yang sudah pindah. Mereka juga menyumbang,'' tutur Rofiq.

Masjid tersebut, kata Rofiq, juga kerap digunakan jamaah dari luar desa untuk tempat berkumpul. Mereka tertarik dengan desainnya. Bahkan, juga ada yang berfoto-foto. Selain tanpa tiang, masjid tersebut mempunyai banyak ukiran pada dinding hingga atapnya. Temboknya diukir. ''Itu yang butuh pengerjaan lama,'' kata Rofiq. Ukiran tersebut dicat berbagai macam warna. Ada sepuluh warna berbeda yang menghiasi ukiran itu. ''Cat dan ukirannya tersebut saja menghabiskan Rp 1 miliar sendiri,'' ungkap Rofiq.

Masjid itu tampak semakin megah karena dikelilingi pintu dan jendela kaca. Total, ada 8 pintu kaca besar dan 32 jendela kaca. Rofiq mengatakan, desain tersebut memungkinkan jamaah yang salat di luar tetap bisa melihat imam dan khatib. ''Selain itu, agar interior masjid terlihat dari luar,'' jelasnya.

Pada Ramadan kali ini, masjid berdaya tampung 1.000 orang tersebut memiliki agenda khusus. Yakni, kajian kitab setiap sore. ''Buka bersama gratis juga setiap hari setelah kajian,'' kata pria yang juga menjabat Kaur Kesra Desa Bulang itu. Setelah salat Subuh, juga ada kajian tafsir. Khusus tahun ini, yang dikaji adalah tafsir juz 6. ''Setiap Kamis Legi dan Minggu juga ada kajian rutin,'' ucapnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore