
ilustrasi pembunuhan
JawaPos.com – Warga menemukan mayat dalam karung di pantai kawasan Hotel Karibea, Desa Tegalpapak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. Diduga korban tanpa identitas ini dibunuh dan ditenggelamkan ke laut.
Penemuan mayat terjadi sekira pukul 07.00 WIB, Minggu (7/4). Mayat pertama ditemukan Saleh, 60, dan Neneng, 40, pemulung asal Tegalpapak. Diduga pria tanpa identitas dalam karung itu merupakan korban pembunuhan.
Saleh dan Neneng lalu melaporkan temuan mengejutkan itu kepada warga sekitar. Lalu, warga langsung mengontak aparat Polsek Pagelaran. Tidak lama kemudian, aparat dari Polsek Pagelaran dan tim Inafis mendatangi lokasi.
Mereka mengamankan TKP dan memasang garis polisi (police line) agar warga yang terus berdatangan untuk melihat mayat dalam karung tidak mendekat.
Anggota Satreskrim Polres Pandeglang IPTU Akbar mengatakan, mayat dibawa ke RSUD dr Dradjat Prawiranegara Serang untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Mayat dalam karung tidak bisa kita buka di sini, akan segera kita bawa ke RSDP Serang untuk diautopsi dan penyelidikan lebih layak,” katanya kepada Radar Banten (Jawa Pos Group).
Akbar berjanji, akan terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas korban dan penyebab kematian. “Identitas belum diketahui, cuma jari tangan sebelah kiri kayaknya sudah hancur. Kita nanti tetap mencari indentitas korban ini,” katanya.
Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono menduga pria tanpa identitas ini koban pembunuhan dengan acara dimasukkan ke dalam karung lalu ditenggelamkan.
“Itu koban pembunuhan. Dengan cara korban dimasukkan ke karung lalu ditenggelamkan. Karena ada batu itu di dalamnya,” katanya.
Ditanya adakah bekas luka di bagian tubuh korban, Indra belum bisa memberikan keterangan. “Sabar, karena lagi autopsi,” katanya.
Kata dia, langkah-langkah penyelidikan dilakukan dengan mendatangi dan melakukan olah TKP serta melakukan identifikasi mayat.
“Sekali lagi tim tidak memungkinkan untuk membuka mayat dari dalam karung, karena mayat dalam keadaan lapuk,” katanya. Menurut Indra, anggotanya akan mencari keterangan dari saksi-saksi tambahan untuk mengungkap kasus ini.
Jasad korban yang dibawa aparat Polres Pandeglang tiba di ruang Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSUD dr Dradjat Prawiranegara sekira pukul 16.00 WIB. Sesampainya di rumah sakit, jasad dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Rencananya, proses autopsi dilakukan hari ini.
“Iya benar ada jenazah dari Pandeglang. Besok (hari ini-red) baru dilakukan autopsi,” ujar kepala IKFM RSUD dr Drajat Prawiranegara, dr Budi Suhendar, saat dihubungi Radar Banten, tadi malam.
Ia mengatakan butuh waktu tiga jam untuk pemeriksaan dalam. Dari pemeriksaan tersebut akan kembali dilanjutkan jika belum dapat disimpulkan penyebab kematian korban.
“Prosesnya paling sekitar tiga jam (pemeriksaan dalam-red). Nanti dilihat, apakah perlu dilakukan pemeriksan lanjutan untuk mencari penyebab pastinya (kematian-red) atau tidak,” tutur Budi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
