Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 April 2019 | 14.52 WIB

Kementerian PUPR Tangani Langkah Pengembalian Air ke Badan Sungai

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau Daerah Aliran Sungai (DAS) Sentani Tami di Jayapura, Provinsi Papua - Image

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau Daerah Aliran Sungai (DAS) Sentani Tami di Jayapura, Provinsi Papua

JawaPos.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut, perkembangan permukiman yang pesat di kaki pegunungan Cycloop mengakibatkan terjadinya banjir bandang. Banjir tersebut membawa material batu, pasir, dan kayu log dan membentuk aliran air baru di luar alur sungai yang melintasi Kabupaten Jayapura, Papua.

Bencana banjir bandang terjadi pada 16 Maret 2019 lalu itu utamanya ada di empat lokasi, yakni Doyo Baru, Kemiri, Daerah Sosial, dan Dobokuro. Setidaknya, 105 orang meninggal dunia akibat musibah itu.

“(Penanganan) Tahap awal kami akan melakukan dua langkah, yakni mengembalikan aliran air ke badan-badan sungai hingga ke danau serta membuat bangunan penahan material seperti sabo dam sehingga tidak membahayakan daerah hilir," jelas Basuki dalam keterangan resmi, Rabu (3/4).

Adapun, dia akan juga akan melibatkan para ahli untuk menangani banjir Sentani. Mereka akan ditugaskan untuk melakukan analisis mengenai fenomena flash flood atau banjir bandang.

Sementara itu, rumah-rumah penduduk yang rusak akibat banjir yang berada di sekitar Sungai Dobokurung, Sungai Kemiri, dan permukiman penduduk yang berada pada kawasan rawan bencana perlu direlokasi.

“Tata ruang di Sentani juga akan ditinjau kembali karena beberapa permukiman berada di kawasan rentan bencana," kata Basuki.

Selain itu, Ditjen Sumber Daya Air-Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua melakukan upaya untuk menormalisasi sungai-sungai, memperbaiki Intake Air Baku meliputi Intake Pos 7, Kemiri, Gunung Merah, Kampwolker, dan Kojabu.

Menteri Basuki juga meninjau jembatan yang tergerus banjir yang lokasinya tidak jauh dari Venue PON XX tahun 2020. Oleh karenanya untuk mencegah kerusakan akibat banjir akan dilakukan pembangunan sudetan sepanjang 800 meter ke Sungai Makanwai Kampung Harapan sebagai pengendal banjir kawasan Venue PON.

Pada masa penanganan darurat, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura Ditjen Bina Marga memobilisasi alat berat sebanyak 16 ekskavator dan 30 dump truck dengan melakukan pembersihan pada ruas Jalan Nasional Jayapura-Sentani-Kemiri sepanjang 2 km yang tertutup lumpur dan pohon tumbang.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya juga telah melakukan pendistribusian prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi ke lokasi terdampak. Dalam kunjungannya, Menteri Basuki juga meninjau dua mata air yakni Klambat dan Telaga Moyo di Sentani yang digunakan sebagai sumber air para pengungsi.

Dalam upaya meningkatkan sinergi antarpihak, dilakukan penandatanganan nota kesepakatan tentang pemulihan cagar alam Pegunungan Cycloop, Danau Sentani, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sentani Tami oleh 16 pihak, baik dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dan organisasi keagamaan maupun organisasi masyarakat.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore