Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2019 | 01.55 WIB

5 Titik Api Terdeteksi di Dumai, Jarak Pandang Hanya 8 Kilometer

KEBAKARAN: Jarak Pandang Kota Dumai, Riau hanya berkisar 3 kilometer saja akibat kabut asap yang menyelimuti daerah ini. - Image

KEBAKARAN: Jarak Pandang Kota Dumai, Riau hanya berkisar 3 kilometer saja akibat kabut asap yang menyelimuti daerah ini.

JawaPos.com - Satelit Terra dan Aqua milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru mendeteksi adanya 5 titik api di Kota Dumai, Minggu (31/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Di mana, jarak pandang di sana berada di angka 8 kilometer.


Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno mengatakan, 5 titik api tersebut tingkat kepercayaannya berada di atas 70 persen. Di mana, kelima titik itu terindikasi kuat sebagai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). "Semuanya tersebar di Kecamatan Bukit Kapur," ungkapnya, Minggu sore.


Di pagi hari, satelit mendeteksi jarak pandang di Kota Dumai berada di angka 7 kilometer. Namun seiring naiknya matahari, jarak pandang mulai membaik dan naik 1 kilometer. 


Beberapa hari lalu, jarak pandang di kota industri ini bahkan berada di angka 3 kilometer saja. Jarak yang pendek ini membuat warga di sana mengeluh. Sebab, asap yang pekat mengakibatkan mata menjadi pedih dan pernafasan terganggu sehingga mengganggu aktivitas warga.


Selain di Kota Dumai, jarak pandang di level sedang juga terjadi di Rengat dan Kabupaten Pelalawan, masing-masing 8 kilometer. Sedangkan Kota Pekanbaru berkisar 10 kilometer. "Artinya tidak berkabut," tuturnya.


Untuk di Pelalawan, di pagi hari jarak pandangnya hanya 5 kilometer saja atau jarak kabur. Artinya, daerah tersebut mengalami kabut asap di pagi hari sehingga jarak pandang di wilayah itu cukup pendek. "Di pagi hari yang terdeteksi titik panas hanya di Kabupaten Rohil sebanyak 1 titik," sebutnya.


Sementara itu, hingga pekan terakhir Maret ini, Karhutla di Provinsi Riau terus meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau luas Karhutla di Riau mencapai hampir 3 ribu hektare yang terjadi di seluruh 12 kabupaten dan kota. 


Kepala Pelaksana BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, ribuan hektare lahan terbakar mayoritas terjadi di Kabupaten Bengkalis. Hampir setiap kecamatan di Kabupaten Bengkalis dilanda kebakaran sepanjang awal 2019 ini. Namun, kebakaran terparah tercatat di Pulau Rupat, Bengkalis. 


Pulau yang mayoritas berkontur gambut tersebut sepanjang Februari kemarin terbakar hebat dan menyebabkan asap tebal hingga meluas ke Kota Dumai. Selain Bengkalis, kebakaran juga terjadi di tiga wilayah lainnya di pesisir timur Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Diantaranya Rokan Hilir, Meranti serta Dumai.


Lebih jauh, Edwar menyebutkan kebakaran juga terpantau meluas di Kabupaten Siak, Indragiri Hilir serta Indragiri Hulu, Pekanbaru, Kampar, Rokan Hulu, hingga Kuantan Singingi.


Upaya pemadaman Karhutla dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat masih terus berlangsung. Pemadaman tidak hanya dilakukan oleh tim darat, melainkan juga diperkuat operasi pengeboman air dengan melibatkan belasan helikopter, baik dari pemerintah maupun bantuan pihak swasta.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore