
RUSAK PARAH: Kondisi Komplek Pemakaman Pamusian diterjang longsor, Selasa (26/3).
JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur Tarakan, Kalimantan Utara, sejak Selasa (26/3) pagi tidak hanya menyebabkan banjir di sejumlah kawasan langganan, seperti Jalan Slamet Riady, Jalan Kenanga, Jalan Seroja, Jalan Mulawarman, dan beberapa kawasan lainnya. Longsor juga kembali terjadi, hingga menimbulkan kerugian materi.
Tanah longsor tidak hanya berdampak pada permukiman, namun juga kerusakan pada beberapa makam yang berada di perbukiran. Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Sebengkok, Pemakaman Muslim Karang Anyar dan Pemakaman Muslim Pamusian-Markoni.
Sekira pukul 08.00 WITA, warga Pamusian dibuat geger karena belasan makam yang rusak akibat tanah longsor. Rendi, 27, seorang warga sekitar mengatakan usai hujan mengguyur, warga mendapati areal makam telah bergeser.
"Pas pagi kondisinya sudah begitu. Mungkin kejadiannya subuh yah. Tidak ada yang tahu pasti juga, soalnya yang mengurus makam ini kan orang-orang terdekat sini saja, jadi tidak ada yang menjaga di kuburan," terangnya, dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Kamis (28/3).
Dari pantauan Radar Tarakan puluhan makam tertimbun tanah, bergeser dari posisinya. "Ini sebelumnya penuh, tapi sekarang hanya ada 2 nisan saja yang kelihatan, termasuk kuburan mama (Ibu Rendi) yang masih ada. Walaupun sudah sedikit bergeser. Perkiraan ada 12 atau 13 kuburan yang tertimbun," ujar Rendi.
Pada TPU Sebengkok, empat makam yang berada pada lereng perbukitan mengalami kerusakan. Meski demikian, longsor yang terjadi tidak terlalu parah dan merusak banyak makam.
Zamzani, 58, penjaga TPU Sebengkok menerangkan, rusaknya makam saat hujan sudah beberapa kali terjadi. Makam di sekitar lereng sudah banyak yang bergeser.
"Iya sering, kalau cuma tehel-nya pecah, nisannya yang tercabut atau bergeser sedikit dari tanah itu. Pasti terjadi setiap hujan semalaman. Tapi kami langsung perbaiki dan tancap patoknya ke tempat semula. Nah yang repot itu kalau kami sudah lupa tempat semulanya. Akhirnya banyak kuburan yang patoknya tidak pas dengan posisi mayatnya dikubur," ujarnya.
Kejadian serupa juga terjadi di TPU Karang Anyar. Dengan kejadian longsor tersebut diperkirakan sedikitnya belasan kuburan yang rusak dan bergeser. Hal tersebut diungkapkan Sutrisno, 48, petugas TPU Karang Anyar.
"Belum tahu jumlah pastinya, yang jelas ada belasan makam yang rusak. Syukurnya tidak ada mayat yang timbul," ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Ir. Kajat Prasetio menerangkan saat ini pihaknya belum dapat meninjau seluruh makam yang mengalami longsor. Pihaknya masih menangani beberapa kejadian longsor pada permukiman masyarakat.
"Kami sudah terima laporan, namun untuk saat ini kami belum dapat meninjau semua lokasi makam karena sedang melakukan penanganan longsor pada peemukiman di kawasan Sebengkok. Mungkin besok (hari ini, Red) baru bisa kami tinjau semua. Tapi berdasarkan laporan dari seluruh pemakaman yang longsor, prediksi ada puluhan makam yang rusak karena musibah hari ini," bebernya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
