
Monumen Lokomotif D 301 59 di Polder Stasiun Tawang Semarang yang baru diresmikan, Selasa (26/3) malam.
JawaPos.com - Pemandangan tak biasa terlihat kala melintasi bagian depan Stasiun Tawang, Semarang. Yang membuat berbeda adalah, hadirnya gerbong lokomotif tua sebagai monumen yang menghiasi paras stasiun berlokasi di kawasan Kota Lama itu.
Monumen Lokomotif D 301 59, itulah namanya. Yang berdiri berkat sinergi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Pemerintah Kota Semarang dalam upayanya merevitalisasi area Kota Lama.
Monumen itu diresmikan, Selasa (26/3) malam ini. Bertempat di Polder Stasiun Semarang Tawang. Dengan iringan dancing fountain atau air mancur menari mini yang juga baru saja terbangun.
"Kami memang berniat untuk menghias, mempercantik stasiun yang konon kabarnya merupakan peninggalan Belanda. Yang sebenarnya bisa kita ekspos, sehingga Semarang nanti bisa jadi kota wisata," kata Direktur Utama PT KAI (Persero), Edi Sukmoro seusai acara peresmian monumen.
Edi menerangkan, lokomotif seri D 301 59 Pabrik Fried Krupp Jerman ini dulunya mulai beroperasi di wilayah perkeretaapian Indonesia sejak tahun 1962. Lokomotif penumpang ini dapat melaju hingga kecepatan 50 km/jam dengan di topang mesin diesel berdaya 340 HP.
Namun, sejak tahun 2014 silam, lokomotif ini sudah dinyatakan tidak mampu beroperasi. Meski, ada unit yang masih berfungsi untuk keperluan dinas langsir di stasiun-stasiun besar di pulau jawa dan kereta api wisata di Museum KA Ambarawa.
Sejak saat itu, lokomotif ini hanya mangkrak di emplasemen Depo Lokomotif Semarang Poncol. KAI pun, kata Edi, mengambil inisiatif untuk mentransformasikannya sebagai monumen, sekaligus untuk mengenang perannya selama ini.
"Ini bisa dipajang dan bisa kita maintain atau pelihara sehingga masyarakat tahu," ujarnya.
"Alangkah baiknya bisa jadi monumen mengingat lokomotif buatan Fried Krupp. Bayangkan orang Belanda saja sampai datang ke saya. Mau meminta satu loko yang di Ambarawa yang di seluruh dunia sudah nggak ada. Kalau minta ya nggak boleh. Jadi ini untuk menjaga kelestarian agar anak cucu kita tahu ada kereta ini," terangnya.
Sejauh ini, baru ada dua stasiun saja yang memiliki pajangan monumen lokomotif, menurut Edi. Selain di Stasiun Tawang, ada pula monumen lainnya di Stasiun Yogyakarta. "Tetapi nanti Poncol juga akan kita hias. Harus cantik dan indah," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang turut hadir dalam peresmian, mengapresiasi upaya dari PT KAI. Menurutnya, ini menjadi salah satu amunisi mempercantik Kota Lama yang sampai saat ini masih terus direvitalisasi. Mengingat Stasiun Kota Lama juga masih satu lokasi.
"Sudah cantik, tinggal melengkapkan, mengkoordinasikan dengan Kota Lama. Manakala revitalisasi Kota Lama sudah selesai, kita nanti tinggal sedikit-sedikit membenahi dari pohon, lampu di sekitar Tawang, juga pedestriannya," ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
