Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Maret 2019 | 22.26 WIB

Jokowi: Indonesia Butuh Nakhoda Berpengalaman, Jangan yang Coba-coba

Capres nomor urut 01 Joko Widodo saat menyapa pendukungnya di Stadion Kridosono, Jogjakarta, Sabtu (23/3). - Image

Capres nomor urut 01 Joko Widodo saat menyapa pendukungnya di Stadion Kridosono, Jogjakarta, Sabtu (23/3).

JawaPos.com - Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyebut bahwa Indonesia membutuhkan seorang nakhoda yang mempunyai kemampuan dan kecakapan memimpin. Menurutnya, jangan sampai Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang sekadar ingin coba-coba.


"Menakhodai kapal sebesar Indonesia, dengan penduduk 269 juta, perlu nakhoda yang berpengalaman. Diperlukan kemampuan dan kecakapan. Jangan berikan kepada kita semua, pemimpin yang coba-coba," kata Jokowi saat deklarasi dukungan yang digagas komunitas Alumni Jogja SATUkan Indonesia di Stadion Kridosono Kota Jogjakarta, Sabtu (23/3).


Jokowi juga mengungkapkan track record-nya selama berkecimpung di dunia pemerintahan. Selepas lulus kuliah, ia sempat merasakan dunia usaha. Selanjutnya dia menjadi wali kota Solo dua periode, dilanjutkan menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.


Kemudian selama 4,5 tahun terakhir ini, dirinya menjadi kepala negara dengan didampingi oleh Jusuf Kalla sebagai wakilnya.


"Saya diberikan kemudahan oleh Allah SWT, memulainya dari bawah. Dari kecil mengelola kota, provinsi, negara. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya untuk diperlukan mengelola negara sebesar Indonesia," ungkapnya.


Jokowi melanjutkan, yang terpenting dimiliki oleh pemimpin adalah memberikan rasa optimisme. Bukan malah menakut-nakuti rakyatnya. Tantangan maupun rintangan sebesar apapun harus dihadapi.


"Jangan dipikir gampang dan mudah mengelola negara sebesar Indonesia. Tapi yang paling penting, pemimpin memberikan rasa optimisme ke rakyatnya," lanjutnya.


Selama 4,5 tahun menjadi kepala negara, ia juga lebih banyak diam. Meski difitnah, dijelek-jelekkan, dicela, direndahkan, hingga dihina.


"Saya sebenarnya sudah lama diam. Tetapi di Jogja ini saya sampaikan, saya akan lawan. Bukan untuk diri saya, tapi ini untuk negara," tegasnya.


Dia kerap dituding sebagai antek asing. Namun Jokowi menjawab tudingan itu dengan kinerja yang telah dilakukan. Seperti dengan mengambil alih blok minyak dan gas di Mahakam, Rokan, kemudian juga mayoritas saham Freeport.


"Dipikir gampang dan mudah mengambil alih seperti itu. Masih dituding antek asing," sebutnya.

Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore