
Ilustrasi, laman suarasu.co yang tidak bisa diakses usai memuat cerpen soal LGBT.
JawaPos.com - Nasib Lembaga Pers Mahasiswa Suara USU (Universitas Sumatera Utara) di ujung tanduk. Cerita pendek (cerpen) yang berisi konten penolakan diskriminasi terhadap Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) berbuah ancaman pembubaran pers kampus yang telah banyak menelurkan jurnalis andal itu.
Cerpen itu diunggah di laman suarausu.co pekan lalu. Judulnya 'Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku di Dekatnya'. Ringkasnya, isi cerpen bercerita tentang diskriminasi terhadap seorang perempuan lesbian.
Tim Suara USU juga mengunggah cerpen ke Instagram. Komentar netizen lantas ramai. Tak sedikit yang menghujat tulisan karena dianggap kelewat vulgar.
"Waktu di website nggak ada kegaduhan. Waktu di medsos (Instagram, Red), nggak lebih sehari (diunggah) ribut. Suara USU dianggap pro LGBT karena di ilustrasi cerpen ada lambang pelangi. Jadi langsung di-judge," terang si penulis cerpen, Yael Stefani Sinaga yang juga menjabat sebagai Pimpinan Umum Suara USU, Kamis petang (21/3).
Setelah memancing reaksi publik, laman suarausu.co terpaksa disuspensi. Sehingga tidak bisa diakses kembali.
Sebelum disuspensi, pihak rektorat juga memanggil pengurus Suara USU. Dalam pertemuan itu, rektorat meminta agar tulisan dicabut. Sebab tulisan itu diniai vulgar dan menuai polemik.
Yael agaknya tersinggung. Sebab pihak kampus seakan menganggap jika mahasiswanya belum pantas menulis hal seperti itu.
"Jadi dia bilang ini harus dihapus karena sudah tersebar luas. Bahkan orang rektorat, rektor, wakil rektor I sudah tahu. Tapi kami nggak mau, kami cuma mengarsipkan dari medsos. Tapi website nggak (kami) tarik," ujarnya.
Mereka tidak menyangka jika pertemuan itu berujung pada laman mereka yang disuspensi. Yael juga mengungkapkan, dalam pertemuan itu legalitas Suara USU sebagai wadah pers kampus akan dicabut. Suara USU akan dibubarkan.
Yael melanjutkan, cerpen itu sebenarnya bertujuan untuk mengampanyekan penolakan diskriminasi pada LGBT. Sebab menurutnya, diskriminasi terhadap LGBT di Indonesia masih kerap terjadi.
Semenjak suspensi laman Suara USU, mereka belum pernah dipanggil kembali untuk melakukan pembahasan. Mereka masih berupaya mengembalikan laman itu.
"Sementara posting di medsos," kata Yael.
Dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon, Rektor USU Runtung Sitepu mengaku sudah mendengar ihwal tulisan itu. Dia menganggap, cerpen yang diunggah ke laman Suara USU bertentangan dengan visi-misi USU. Runtung pun belum bertemu dengan para pengurus Suara USU karena dirinya masih berada di Jakarta.
"Rencananya Senin saya akan mengundang semua pengurus, penanggung jawab, dan termasuk pembina Suara USU, kenapa dibiarkan yang seperti ini? Ini sudah merusak citra USU," tegas Runtung.
Tampaknya Runtung tak main-main. Dia bahkan mengatakan akan membubarkan Suara USU sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
