
Muktamir (kanan) dan Nurhayati saat melangsungkan pernikahan, Senin (4/3).
JawaPos.com - Pernikahan Muktamir dan Hayati menjadi buah bibir publik Makassar. Sepasang pengantin anyar itu menikah di usia senja. Keduanya sama-sama berumur 63 tahun.
Yang lebih istimewa lagi, kisah cinta mereka layak menjadi inspirasi para jomblo se-Indonesia. Bahwa jodoh pasti bakal datang, Mblo. Walaupun harus menanti puluhan tahun.
Muktamir dan Hayati baru pertama kali menikah. Mereka bukan duda atau janda. Jangankan menikah, bersentuhan dengan lawan jenis pun sama sekali belum pernah dilakukan. Setidaknya begitulah cerita yang disampaikan Algazali, 32, saat ditemui JawaPos.com, Rabu (6/3).
Algazali merupakan kerabat Muktamir. Lebih tepatnya, istri Algazali adalah keponakan Muktamir. Sudah bertahun-tahun, Muktamir tinggal di rumah Algazali, di Jalan DR Leimena, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Kakek asal Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone itu diminta tinggal di Maka untuk menetap dan mengelola usaha futsal milik keponakannya.
Sedangkan Hayati merupakan warga Jalan Andi Tondro, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Kepada JawaPos.com, Algazali mengisahkan proses awal pertemuan Kakek Muktamir dengan Hayati. Perkenalan mereka rupanya berlangsung singkat. Pertengahan Februari lalu, Muktamir dan Hayati dipertemukan oleh keluarga masing-masing.
"Jadi Om Tamir (sapaan akrab Muktamir, Red) sebenarnya keluarga dari mertua saya. Kalau perempuan, Tante Ati (sapaan Hayati, Red) keluarga dari orang tua saya. Pertemuannya singat tanpa sengaja awalnya. Om Tamir ditanya-tanya, ternyata masih ada niat mau menikah. Kami sebagai keluarga mendorong juga, supaya bisa secepatnya dicarikan pendamping. Apalagi kita ingat usianya tidak muda lagi," cerita Algazali.
Sebagai langkah pendekatan awal, keluarga Hayati diundang untuk datang ke rumah Algazali. Perbincangan hangat saat itu mulai terjalin. Keduanya dipertemukan hingga hingga diberikan waktu laiknya pasangan muda yang berpacaran. Momen saat itu digambarkan Algazali sangat menarik dan sedikit lucu. "Karena kayak orang pacaran. Seperti anak muda apa lagi memang kan mereka ini tidak pernah ketemu. Sama sekali belum baku tahu isitilahnya," ucapnya.
Seminggu setelah pertemuan itu, Muktamir menyatakan kesediaannya untuk melamar pujaan Hayati. Algazali menjelaskan, hampir sebagian besar mahar pernikahan menggunakan uang simpanan pribadi dari Muktamir. Mengingat selama di Makassar, Muktamir bertanggung jawab mengelola lokasi usaha lapangan futsal milik Algazali dan istrinya.
Sehari-hari, Muktamir bekerja membersihkan halaman, lokasi parkir, hingga memanfaatkan sampah plastik bekas penyewa lapangan futsal. "Karena Om Tamir ini termasuk kuat sekali fisiknya, dengan usia segitu. Beliau biasa gelisah kalau tidak ada yang dia kerjakan. Kami tahu lah kalau orang-orang tua dulu memang giat bekerja. Jadi memang harus ada yang dia kerjakan, harus bergerak tiap hari," jelasnya.
Hasil pertemuan berlanjut. Gayung bersambut, keluarga Hayati menerima niat baik Muktamir untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Setelah melamar di akhir Februari, masing-masing pihak keluarga langsung menentukan tanggal pernikahan. Tepat pada Senin lalu (4/3), keduanya langsung dinikahkan secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mariso, Kota Makassar.
Momen pernikahan itulah yang kemudian diabadikan oleh Algazali. Ia menganggap pernikahan kakek dan nenek itu menjadi bukti bahwa usia bukan menjadi kendala agar seseorang tak putus asa mencari pendamping hidup. Videonya diunggah melalui media sosial sebelum tersebar dan menjadi pusat perhatian netizen.
Sementara ini Muktamir dan Hayati masih menikmati masa-masa manten anyar. "Nanti katanya mau datang tapi belum dipastikan. Pas setelah menikah kan pasti agak semakin semangat karena sudah ada yang memperhatikan. Sudah ada yang siapkan sarapan, apa segala macam. Bahkan katanya sementara masih menikmati dulu masa-masa berdua setelah menikah," tutupnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
