Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Maret 2019 | 21.05 WIB

Soal Puisi Neno Warisman, Buya Syafii: Itu Puisi Biadab

Buya Syafii Maarif saat di UMY, Jumat (1/3). - Image

Buya Syafii Maarif saat di UMY, Jumat (1/3).

JawaPos.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif prihatin dengan kondisi politik jelang Pemilu April mendatang. Pasalnya penyelenggaraan Pemilu diliputi pemberitaan tidak benar di media sosial, postingan ujaran kebencian hingga ada yang membawa-bawa agama ke dalam Pemilu.


"Agama dijadikan sebagai senjata politik, menyeret Tuhan ke dalam kebencian serta politik kotor pemilu. Ini sangat memprihatinkan dan sangat disesalkan," kata pria yang akrab disapa Buya Syafii itu, di sela bedah buku karyanya berjudul Krisis Arab dan Masa Depan Dunia Islam di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (1/3).


Buya juga menanggapi terkait puisi Neno Warisman saat Munajat 212 di Monas beberapa waktu lalu. Ia menyebut puisi itu biadab. "Itu puisi biadab, dalam bahasa Persia bi tidak dan adab tata krama, sopan santun. Dia membawa Tuhan ke Pemilu kan biadab," katanya.


Buya juga mengatakan, Neno tidak paham mengenai agama. Meski yang bersangkutan memakai jilbab, namun itu tidak menjadi jaminan. "Hanya pakai jilbab itu bukan jaminan dia ngerti agama," ucapnya.


Puisi Neno Warisman, dikatakannya memang doa Perang Badar. Saat tentara Islam 300 pasukan melawan tentara Quraisy yang berjumlah 200 ribu. Kemenangan tentara yang minoritas itu menang karena kualitasnya.


"Nabi berdoa waktu itu. Kalau kami kalah ya Allah mungkin tidak ada orang yang menyembah-Mu. Ini konteksnya itu, apakah Jokowi itu kafir, ya tidak to," katanya.


Lanjut Buya, masyarakat Indonesia diharapkan untuk sabar dalam berdemokrasi dengan menjaga persatuan bangsa dan negara. Pemilu hanya 5 tahun sekali, jangan sampai Indonesia menjadi hancur.


"Jangan terlalu serius menyikapi tahun politik ini apalagi jika hanya karena berbeda pilihan. Banyaknya berita hoax hingga ujaran kebencian dalam berpolitik ini mengartikan peradaban sedang merosot. Jangan terlalu serius lah, demokrasi itu melatih kita untuk bersabar," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore