
Ilustrasi korban pelecehan seksual. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan memanggil dosen Program Studi Farmasi yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual pada pekan depan. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari proses klarifikasi dan investigasi atas informasi yang viral di media sosial.
"Minggu depan yang bersangkutan sudah kami panggil. Pengelola fakultas juga kami minta keterangan, klarifikasi, dan seterusnya," ujar Sekretaris Universitas UMY Bachtiar Dwi Kurniawan saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (11/7).
Pria yang akrab disapa Gus Bach itu mengatakan, pihak kampus baru menerima informasi terkait dugaan tersebut pada Jumat (11/7). Saat ini, universitas masih mengumpulkan bukti serta melakukan klarifikasi terhadap berbagai pihak untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
"Info yang kami terima baru kemarin sore. Saat ini sedang diinvestigasi, mengumpulkan bukti, klarifikasi," tuturnya.
Menurut Gus Bach, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UMY. Meski demikian, kampus mengambil langkah proaktif dengan menelusuri informasi yang beredar di media sosial.
"Secara resmi belum ada laporan ke satgas terkait kekerasan seksual. Ini kami proaktif jemput bola mencari informasi," tuturnya.
Ia menjelaskan, informasi awal mengenai dugaan kasus tersebut berasal dari unggahan akun media sosial anonim. Karena itu, pihak universitas masih melakukan identifikasi untuk melacak sumber informasi sekaligus mendalami dugaan yang mencuat.
"Yang mengunggah akun anonim. Baru kita identifikasi dan lacak," ucapnya.
Meski belum menerima laporan resmi, UMY menegaskan kasus tersebut telah menjadi perhatian serius pimpinan universitas.
Sebelumnya, dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum dosen Program Studi Farmasi UMY menjadi sorotan publik setelah beredar tangkapan layar percakapan bernuansa seksual yang diduga dikirimkan kepada sejumlah mahasiswa. Hingga kini, pihak kampus masih menyelidiki kebenaran dugaan tersebut dan belum menyimpulkan adanya pelanggaran.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
