Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Februari 2019 | 04.25 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Tim ITS Bawa Pulang 8 Penghargaan dari India

Tita Oxa Anggrea (kiri) dan Frankstein Arphan memamerkan penghargaan yang diraih pada kompetisi International Oil and Gas di Society of Petroleum and Energy Studies, India. - Image

Tita Oxa Anggrea (kiri) dan Frankstein Arphan memamerkan penghargaan yang diraih pada kompetisi International Oil and Gas di Society of Petroleum and Energy Studies, India.

JawaPos.com- Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menorehkan prestasi internasional. Delapan penghargaan kompetisi International Oil and Gas bertajuk Empowering the Unconventional berhasil dibawa pulang ke Tanah Air. Ajang tersebut diselenggarakan oleh Society of Petroleum and Energy Studies di Dehradun, India.


Kompetisi tahunan yang dilaksanakan selama seminggu itu diikuti oleh 300 peserta dari berbagai belahan dunia. Dua wakil ITS pada perlombaan itu adalah mahasiswi Departemen Teknik Fisika, Tita Oxa Anggrea; dan mahasiswa Departemen Teknik Geofisika Frankstein Arphan. Inovasi para peserta dalam bidang teknologi minyak dan gas diadu untuk jadi yang terbaik.


Tita menjelaskan, timnya sudah membekali diri sejak 1,5 tahun terakhir. Tak hanya persiapan secara internal, timnya juga didukung oleh PT SIER Surabaya dan PT PLN.


“Di kompetisi ini, kami harus bersaing dengan tim dari tujuh negara yang memang kuat dalam bidang minyak dan gasnya. Sebut saja Rusia, Australia, Nepal, India, Tiongkok, Malaysia dan Indonesia sendiri,” papar mahasiswi yang kerap disapa Ocha ini, Jumat (22/2).


Pada kompetisi itu terdapat beberapa kategori perlomban. Salah satunya adalah Shell Innovation Challenge. Para peserta diharuskan memberi inovasi dengan kebebasan budget kebutuhan dana. Tim ITS berhasil memasuki jajaran lima besar hingga di tahap final untuk mempresentasikannya.


“Bahkan General Manager Shell pun mengapresiasi konsep kami. Ssebab konsep yang kami usung ini sangat relevan dengan kebutuhan industri minyak dan gas saat ini,” jelas perempuan yang juga pernah mewakili Indonesia di ajang Miss Global Internasional 2018 tersebut.


Berbeda dengan peserta lain yang masih membahas teknologi konvensional, tim ITS lebih mengangkat konsep penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Konsep itu dipakai pada industri perminyakan dan pengembangan potensi reservoir atau penyimpanan terakumulasinya minyak dan gas nonkonvensional. 


Inovasi tersebut merupakan bentuk kombinasi antara teknologi AI yang telah berkembang pesat dengan metode eksplorasi atau pencarian sumber daya alam di bawah permukaan bumi. Dengan begitu, eksplorasi dapat ditempuh dengan penggunaan waktu yang lebih singkat dan biaya yang lebih rendah.


“Dampak positif lainnya adalah profit perusahaan secara otomatis akan meningkat dengan adanya peningkatan efisiensi ini,” tambahnya.


Secara keseluruhan ITS menduduki 1st runner up Juara Umum. Total ada delapan penghargaam yang diraih ITS atas nama delegasi Indonesia. Yakni juara 2 Shell Innovation Challenge; juara 2 Baker Hughes General Electric Symposium; juara 3 Smart Competition; juara 1 Paper Competition Category: Exploration; juara 1 Paper Competition Category: HSE; juara 1 Poster Competition Category: Exploration; juara 2 Paper Competition Category: Reservoir, dan juara 3 Paper Competition Category: Production.


“Harapan kami, pengembangan bidang minyak dan gas baik di perusahaan maupun perguruan tinggi dapat berkolaborasi dan bekerjasama mencari solusi atas permasalahan energi nasional ke depannya,” pungkas mahasiswi asal Pamekasan tersebut.

Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore