
Bupati Bogor Ade Yasin (kedua kiri) melihat kondisi Khairul Islami, 10, korban ledakan granat yang selamat di RSUD Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jumat (15/2). Granat jenis GLM meledak mengakibatkan tiga anak menjadi korban. Dua di antaranya meninggal dunia
JawaPos.com - Belum kering pusara makam Muhammad Ibnu Mubarok, bocah korban ledakan granat yang tertinggal di tempat latihan menembak Korem 061/Suryakancana, kini kabar duka menghampiri keluarga Muhammad Doni. Remaja berusia 14 tahun tersebut mengembuskan napas terakhir Kamis malam (14/2) di RSUD Leuwilian.
Itu sekaligus menambah jumlah korban meninggal pascainsiden meledaknya granat lontar di Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, menjadi dua orang.
Sebelumnya, Mubarok, Doni, dan Khoirul Islami menjadi korban ledakan granat lontar. Insiden terjadi ketika ketiganya sedang bermain di pekarangan rumah Mubarok. Di antara tiga anak itu, Mubarok yang lebih akrab dipanggil Barok mengalami luka paling serius.
Petugas medis tidak dapat menyelamatkan nyawa Barok ketika dibawa ke RSUD Leuwiliang. "Datang pun sudah tidak bernyawa," kata Andika Herdiansyah, dokter jaga di rumah sakit itu, kemarin.
Luka di kepalanya kelewat parah. Pihak keluarga langsung memakamkan Barok. Rupanya, duka masih belum berhenti. Doni menyusul kepergian Barok. Sebenarnya, pelajar kelas IX SMP itu sempat ditangani dan akan dioperasi. Malang, dia meninggal sebelum tindakan medis itu dilaksanakan.
Kini hanya Khoirul Islami korban yang selamat. Pelajar SD berusia 10 tahun itu masih dirawat di rumah sakit yang sama. Tungkai dan lengan kiri bocah yang biasa dipanggil Arul tersebut terkena ledakan granat lontar. Beruntung, tubuh bagian atas tidak banyak terkena serpihan granat. "Untuk luka terparahnya terkena di bagian kedua lututnya," ucap Andika.
Kemarin Bupati Bogor Ade Yasin menjenguk Arul di RSUD Leuwiliang. Dalam kesempatan tersebut, Ade memastikan bahwa instansinya bakal bertanggung jawab atas insiden ledakan granat lontar itu.
Walaupun insiden tersebut terjadi tanpa disengaja, Ade menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. "Kami bertanggung jawab untuk mengobati sampai selesai, sampai sembuh," terangnya.
Lebih lanjut, Ade mengungkapkan bahwa Pemkab Bogor akan berkoordinasi dengan aparat keamanan. Baik TNI maupun Polri. Khususnya dengan Korem 061/Suryakancana. "Kami khawatir ada sisa-sisa (amunisi senjata api, Red) yang masih ada di situ," imbuhnya.
Kepala Desa Ciaruteun Ilir Supandi. Pria yang biasa dipanggil Pandi itu menyampaikan, masyarakat Desa Ciaruteun Ilir memang biasa memunguti sisa-sisa latihan tembak. Biasanya mereka mengincar selongsong peluru untuk dijual.
Kemarin Jawa Pos juga sempat melihat langsung lokasi latihan tembak itu. Tempatnya terbuka. Masyarakat bebas keluar masuk area latihan meski sudah terpasang papan petunjuk berisi imbauan agar tidak ada yang sembarangan beraktivitas di sana.
Pantauan Jawa Pos, sama sekali tidak tampak pembatas atau penghalang antara permukiman penduduk dan lokasi lapangan tembak. Tidak heran, banyak warga setempat yang bebas keluar masuk area latihan tersebut.
Bahkan, menurut warga setempat, insiden tersebut bukan yang pertama. Namun, peristiwanya sudah sangat lama.
Kepala Penerangan Korem 061/Suryakancana Mayor Infanteri Ermansyah mengatakan, insiden ledakan granat lontar di Desa Ciaruteun Ilir menjadi atensi instansinya. "Yang jelas, menjadi bahan evaluasi ke depan," imbuhnya.
Meski demikian, mereka tidak mungkin serta-merta membangun tembok atau pembatas di lokasi latihan tembak itu. Sebab, area tersebut merupakan daerah latihan militer. Bukan area masyarakat sipil.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
