
Kondisi klenteng Dewi Kwan Im Palembang.
JawaPos.com - Tulisan emas dibalut dengan warna merah membuat paduan warna yang sangat ideal dan menakjubkan. Ditambah tiang berdiameter 30 centimeter dengan gambar naga sehingga menambah kemegahan dari Kelenteng Dewi Kwan Im di 10 Ulu Plaju Palembang.
Meski telah berusia ratusan tahun kelenteng ini tetap terlihat kokoh dan menjadi tempat favorit ibadah saat tahun baru imlek di Kota Palembang.
Silih berganti kaum Tionghoa berdatangan ke kelenteng ini untuk berdoa kepada dewa dan dewi yang berjajar di dalam klenteng.
Ribuan kertas juga terlihat menumpuk untuk dibakar saat perayaan tahun baru imlek. Selain itu, para pengurus pun sibuk membersihkan satu persatu patung dengan sangat hati-hati. Begitulah kondisi di dalam kelenteng yang sibuk mempersiapkan untuk tahun baru imlek mendatang.
Pengurus Kelenteng Dewi Kwan Im, Harun mengatakan jika kelenteng ini sudah berusia mencapai ratusan tahun dan memang menjadi tempat favorit Tionghoa untuk menjalankan ibadah saat tahun baru.
Dijelaskannya, klenteng ini dirikan dahulunya secara bersama oleh para perantau pada tahun 1700 masehi. Saat itu, tidak ada tempat ibadah dan tempat singgah sehingga dibangunlah kelenteng ini.
Dalam membangun kelenteng ini sengaja dipinggir sungai karena dahulunya jalur lalulintas di Sumsel ini hanya perairan yakni sungai musi.
"Jadi jika dibangun dipinggir sungai musi maka lebih mudah mendapatkan logistik dan tidak repot," katanya saat dihubungi, Minggu (3/2).
Diberinya nama Dewi Kwan Im karena dewi ini berhati sangat lembut dan baik. Saat masa kecilnya dia selalu diperlakukan diskriminai oleh keluarganya.
Hingga, dewi sudah mulai dewasa, sang dewi pun tetap bersikap baik dan lembut. Bahkan, menyelamatkan orangtuanya dan keluarganya saat diserang oleh harimau.
Sehingga, dewi pun diangkat ke langit akibat kebaikan dan kelembutan hatinya. Sedangkan, harimau tersebut menjadi tunggangannya.
Dengan kisah itulah akhirnya klenteng ini diberi nama Dewi Kwan Im agar kelak yang beribadah mampu mendapatkan kebaikan.
"Menurut kepecayaan Tionghoa, arti dewi kwan dan im itu bisik-bisik. Jadi jika kita berdoa dengan tulus dan bisik-bisik maka dewi ini akan datang," ujarnya.
Kini, kelenteng ini menjadi peninggalan para perantau zaman dahulu yang berisikan banyak dewa-dewi di dalamnya sebagai pelindung, rezeki dan lain sebagainya.
Dan kelenteng yang seluas lebih dari 7 ribu meter ini pun menjadi tempat favorit saat perayaan imlek bagi masyarakat Tionghoa di Palembang.
"Ya, memang hampir setiap tahun selalu berduyun-duyun yang datang untuk beribadah disini," tutupnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
