Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Februari 2019 | 22.32 WIB

Kelenteng Berusia Ratusan Tahun yang Tetap Kokoh Berdiri

Kondisi klenteng Dewi Kwan Im Palembang. - Image

Kondisi klenteng Dewi Kwan Im Palembang.

JawaPos.com - Tulisan emas dibalut dengan warna merah membuat paduan warna yang sangat ideal dan menakjubkan. Ditambah tiang berdiameter 30 centimeter dengan gambar naga sehingga menambah kemegahan dari Kelenteng Dewi Kwan Im di 10 Ulu Plaju Palembang.


Meski telah berusia ratusan tahun kelenteng ini tetap terlihat kokoh dan menjadi tempat favorit ibadah saat tahun baru imlek di Kota Palembang.
Silih berganti kaum Tionghoa berdatangan ke kelenteng ini untuk berdoa kepada dewa dan dewi yang berjajar di dalam klenteng.


Ribuan kertas juga terlihat menumpuk untuk dibakar saat perayaan tahun baru imlek. Selain itu, para pengurus pun sibuk membersihkan satu persatu patung dengan sangat hati-hati. Begitulah kondisi di dalam kelenteng yang sibuk mempersiapkan untuk tahun baru imlek mendatang.


Pengurus Kelenteng Dewi Kwan Im, Harun mengatakan jika kelenteng ini sudah berusia mencapai ratusan tahun dan memang menjadi tempat favorit Tionghoa untuk menjalankan ibadah saat tahun baru.


Dijelaskannya, klenteng ini dirikan dahulunya secara bersama oleh para perantau pada tahun 1700 masehi. Saat itu, tidak ada tempat ibadah dan tempat singgah sehingga dibangunlah kelenteng ini.


Dalam membangun kelenteng ini sengaja dipinggir sungai karena dahulunya jalur lalulintas di Sumsel ini hanya perairan yakni sungai musi.
"Jadi jika dibangun dipinggir sungai musi maka lebih mudah mendapatkan logistik dan tidak repot," katanya saat dihubungi, Minggu (3/2).


Diberinya nama Dewi Kwan Im karena dewi ini berhati sangat lembut dan baik. Saat masa kecilnya dia selalu diperlakukan diskriminai oleh keluarganya.


Hingga, dewi sudah mulai dewasa, sang dewi pun tetap bersikap baik dan lembut. Bahkan, menyelamatkan orangtuanya dan keluarganya saat diserang oleh harimau. 


Sehingga, dewi pun diangkat ke langit akibat kebaikan dan kelembutan hatinya. Sedangkan, harimau tersebut menjadi tunggangannya.
Dengan kisah itulah akhirnya klenteng ini diberi nama Dewi Kwan Im agar kelak yang beribadah mampu mendapatkan kebaikan.


"Menurut kepecayaan Tionghoa, arti dewi kwan dan im itu bisik-bisik. Jadi jika kita berdoa dengan tulus dan bisik-bisik maka dewi ini akan datang," ujarnya.


Kini, kelenteng ini menjadi peninggalan para perantau zaman dahulu yang berisikan banyak dewa-dewi di dalamnya sebagai pelindung, rezeki dan lain sebagainya.


Dan kelenteng yang seluas lebih dari 7 ribu meter ini pun menjadi tempat favorit saat perayaan imlek bagi masyarakat Tionghoa di Palembang.
"Ya, memang hampir setiap tahun selalu berduyun-duyun yang datang untuk beribadah disini," tutupnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore