
ILUSTRASI: Gunung Merapi kembali mengalami letusan freatik pada Jumat, 11 Mei silam.
JawaPos.com - Pemicu dialaminya cuaca ekstrem yang ada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) salah satunya adalah adanya aktivitas Gunung Merapi. Dampak dari meningkatnya guguran lava dan tersedianya abu vulkanik di atmosfer menambah partikel udara pembentukan awan Cumulonimbus (Cb).
"Meningkatnya aktivitas Merapi berupa guguran lava dan tersedianya abu vulkanik di atmosfer ini akan menambah akumulasi inti kondensasi atau partikel di udara yang mendukung pembentukan uap air," kata Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Jogjakarta, Sigit Hadi Prakosa, Kamis (31/1).
Seperti yang dialami pada Selasa (29/1) lalu, adanya peningkatan abu vulkanik di atmosfer menyebabkan terbentuknya awan Cb dengan ketinggian lebih dari 12 kilometer. Partikel air dalam awan Cb itu ketebalan airnya mencapai 9 kilometer sedangkan tebalnya es 3 kilometer.
"Ini yang menyebabkan hujan lebat disertai es pada tanggal 29 (Selasa) kemarin. Artinya ada korelasi Merapi dengan cuaca ekstrem di Sleman. Ini harus menjadi perhatian kita semua sampai nanti pancaroba pada Maret-April (2019)," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, hujan es melanda Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, DIJ pada Selasa (29/1) sore. Kemudian aktivitas Merapi malam masih pada hari yang sama, mengalami guguran awan panas.
Data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, awan panas pertama teramati pukul 20.17 WIB dengan jarak luncur 1.400 meter berdurasi 141 detik. Disusul kemudian pukul 20.53 WIB, jarak luncurnya 1.350 meter, berdurasi 135 detik.
Awan panas guguran ketiga, yakni pukul 21.41 WIB, jarak luncur 1.100 meter dengan durasi 111 detik. "Pada tanggal 29 kemarin (Selasa) terpantau awan panas. Sekali lagi rekomendasi BPPTKG masih radius 3 kilometer dari puncak yang dikosongkan," kata Makwan, Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Sleman.
Lanjut Makwan, pihaknya pun masih mengikuti rekomendasi dari BPPTKG Jogjakarta. Dalam kesiapsiagaannya, telah disediakan 600 ribu masker untuk masyarakat. "Tapi meski guguran pendek, ada dampak sekundernya. Abu vulkanik bisa mengganggu kesehatan. Kami sudah siapkan masker untuk warga," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
