
LAPORAN POLISI: Sebagian elemen masyarakat Jogja melaporkan akun-akun penyebar hoax di Mapolda DIJ, Senin (28/1).
JawaPos.com - Sebagian elemen masyarakat di Jogjakarta melaporkan akun-akun penyebar hoax di Mapolda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Senin (28/1) petang. Termasuk akun-akun yang menyebar informasi penyerangan tempat ibadah pada Minggu (27/1) sore oleh simpatisan dari PDI Perjuangan.
"Kami tidak percaya bahwa massa PDI Perjuangan melakukan penyerangan pelemparan batu ke tempat ibadah. Akun-akun yang menyebarkan itu termasuk dalam bagian yang kami laporkan," kata Tengku Wahyudi Sapta Putra dari sebagian elemen masyarakat Jogja di Mapolda DIJ, Senin (28/1).
Total ada sekitar 25 akun yang dilaporkan, dari mulai akun Facebook, Twitter, hingga YouTube. Tak hanya akun yang menyebarkan informasi hoax terkait penyerangan itu saja, namun juga permasalahan-permasalahan lain.
Dikatakannya, akun-akun itu berisikan tentang ujaran kebencian, fitnah, maupun hoax. Berdampak pada perpecahan, dan membuat keresahan di masyarakat. "Supaya Jogja tetap kondusif dan Indonesia damai," katanya.
Ketua Komisi A DPRD DIJ, Eko Suwanto yang mendampingi dalam pelaporan itu mengatakan, beberapa waktu belakangan Indonesia banyak diterpa isu mengenai kabar bohong alias hoax. Dari mulai kasus Ratna Sarumpaet, kemudian politisasi mengenai SARA. "Sangat berbahaya bagi Indonesia, yang dibangun di atas Pancasila," ucap politisi muda PDI Perjuangan itu.
Terpisah, Ketua DPD PDIP DIJ, Bambang Praswanto mengatakan, isu perusakan di Masjid Jogokariyan sangat merugikan pihaknya. "Kami merasa dipojokkan. Isunya kami melempari batu itu nggak benar," katanya.
Pihaknya juga mengecam kepada siapapun yang melakukan perusakan tempat ibadah. Ia juga yakin, pihak kepolisian mampu adil dan bersikap profesional terhadap kasus ini. "Kalau memang ada buktinya ya monggo (silakan) dilaporkan. Saya yakin polisi profesional dalam menuntaskan kasus itu," ucapnya.
Sebelumnya diketahui, terjadi insiden usai acara 'Deklarasi Jogja Dukung Jokowi' yang dihelat elemen Aliansi Masyarakat Yogyakarta. Acara itu dipusatkan di Kompleks Stadion Mandala Krida, Kota Jogjakarta.
Bentrokan terjadi usai acara digelar. Ketika simpatisan konvoi di jalanan sekitar Kota Jogjakarta. Salah satunya di tempat ibadah, Masjid Jogokariyan Kota Jogjakarta. Di media sosial pun banyak beredar informasi mengenai adanya dugaan penyerangan itu.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
