Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Januari 2019 | 13.05 WIB

Pasukan Oranye Bekerja Taruhkan Nyawa Demi Jakarta

Anggota PPSU Kelurahan Kalibata membersihkan selokan air - Image

Anggota PPSU Kelurahan Kalibata membersihkan selokan air

SIAP dalam keadaan apa pun. Kalimat itu sudah akrab bagi para Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Mereka selalu ada di situasi genting ibu kota.


JawaPos.com — Pasukan berseragam khas oranye itu menjadi andalan Jakarta menyelesaikan masalah perkotaan. Dari mulai rutin mengangkut sampah di kali hingga menghapus coretan vandalisme di dinding-dinding jalan. Tak berlebihan jika mereka pantas disebut sebagai penjaga martabat ibu kota.


Keseharian pasukan oranye tak bisa dipandang remeh. Mereka ada di sudut-sudut Kota Jakarta. Dalam keadaan cuaca buruk sekalipun, mereka dituntut siap siaga membantu warga untuk terhindar dari bencana.


Seperti cerita yang pernah dialami Dadang Bahtiar, 28. Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) asal Kelurahan Kalibata itu mengaku siap menghadapi risiko pekerjaan yang dilakoninya. Dari mulai penjaga pintu air Sungai Kali Gatra di Kalibata Timur, hingga pengangkut sampah di saluran air.


Warga RT 08 RW 08 Kalibata Timur itu harus bekerja ekstra hati-hati dan teliti saat terjun ke lapangan. Bukan saja bertaruh nyawa dari luapan sungai, telat menginformasi ketinggian air di pintu air Kali Gatra TMP akan berujung fatal. Luapan air bisa membuat sejumlah kawasan di Kalibata tergenang banjir.


"Dalam keadaan arus deras kali itu, kami mau tak mau harus membersihkan sampah yang menyumbat. Kali Gatra di Kalibata Timur kalau meluap bisa sampai banjir. Jadi kami harus cepat memberikan informasi kepada atasan," ujarnya saat ditemui JawaPos.com di RT 10 RW 05, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jumat (18/1).


Dadang mengaku sudah hampir empat tahun menjadi petugas PSU. Selama itu dia mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari pembangunan Jakarta. Menurutnya, risiko pekerjaan yang dialaminya sudah terbiasa dialami.


Menurutnya, di saat-saat cuaca buruk seperti ini intensitas kesiagaan pasukan oranye ditingkatkan. Dadang dan puluhan petugas PSU lain sudah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan buruk. Dari kewaspadaan banjir, longsor, pohon tumbang, kebakaran, hingga tanggul jebol, dan sebagainya sudah menjadi kebiasaan rutin yang dijumpai.


Dalam menghadapi pekerjaan yang menantang itu, kekompakan, solidaritas, menjaga kondisi fisik, dan kesiapsiagaan menjadi hal pokok bagi PPSU. Pria satu anak itu pun dituntut bertanggung jawab dalam keadaan apa pun.


Tidak hanya berurusan dengan banjir, sampah, dan bencana saja. Aktivitas pasukan oranye akrab dengan masalah lingkungan, seperti perbaikan saluran dan penghapusan coretan sarana umum akibat vandalisme pun mereka tangani.


"Beberapa kasus misalkan saluran tersumbat sampah dan banyak tikusnya pun kami pun siap menangani," kata Dadang.


"Pasukan oranye harus siap terjun ke lapangan dalam keadaan apa pun. Harus siap. Solidaritas, kekompakan personel, kenyamanan kerja harus dibangun," imbuhnya.


Sementara Lurah Kalibata Selatan Denny Isnandar menyampaikan, di wilayahnya sebanyak 86 PPSU yang siap disiagakan. Mereka bekerja terbagi dalam tiga sif. Pertama dari mulai pukul 07.00-15.00 WIB, kedua pukul 15.00-23.00 WIB, dan ketiga 23.00-07.00 WIB.


"Sif ketiga itu bertugas menangani sampah di jalan protokol untuk sampah agar saat pagi hari jalanan kota sudah bersih dari sampah," ujarnya.


Dia menambahkan, PPSU bekerja siang malam hingga pagi hari. Selama 24 jam penuh, tim pasukan oranye pasti ada yang berkerja.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore