
Anggota PPSU Kelurahan Kalibata membersihkan selokan air
SIAP dalam keadaan apa pun. Kalimat itu sudah akrab bagi para Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Mereka selalu ada di situasi genting ibu kota.
JawaPos.com — Pasukan berseragam khas oranye itu menjadi andalan Jakarta menyelesaikan masalah perkotaan. Dari mulai rutin mengangkut sampah di kali hingga menghapus coretan vandalisme di dinding-dinding jalan. Tak berlebihan jika mereka pantas disebut sebagai penjaga martabat ibu kota.
Keseharian pasukan oranye tak bisa dipandang remeh. Mereka ada di sudut-sudut Kota Jakarta. Dalam keadaan cuaca buruk sekalipun, mereka dituntut siap siaga membantu warga untuk terhindar dari bencana.
Seperti cerita yang pernah dialami Dadang Bahtiar, 28. Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) asal Kelurahan Kalibata itu mengaku siap menghadapi risiko pekerjaan yang dilakoninya. Dari mulai penjaga pintu air Sungai Kali Gatra di Kalibata Timur, hingga pengangkut sampah di saluran air.
Warga RT 08 RW 08 Kalibata Timur itu harus bekerja ekstra hati-hati dan teliti saat terjun ke lapangan. Bukan saja bertaruh nyawa dari luapan sungai, telat menginformasi ketinggian air di pintu air Kali Gatra TMP akan berujung fatal. Luapan air bisa membuat sejumlah kawasan di Kalibata tergenang banjir.
"Dalam keadaan arus deras kali itu, kami mau tak mau harus membersihkan sampah yang menyumbat. Kali Gatra di Kalibata Timur kalau meluap bisa sampai banjir. Jadi kami harus cepat memberikan informasi kepada atasan," ujarnya saat ditemui JawaPos.com di RT 10 RW 05, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jumat (18/1).
Dadang mengaku sudah hampir empat tahun menjadi petugas PSU. Selama itu dia mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari pembangunan Jakarta. Menurutnya, risiko pekerjaan yang dialaminya sudah terbiasa dialami.
Menurutnya, di saat-saat cuaca buruk seperti ini intensitas kesiagaan pasukan oranye ditingkatkan. Dadang dan puluhan petugas PSU lain sudah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan buruk. Dari kewaspadaan banjir, longsor, pohon tumbang, kebakaran, hingga tanggul jebol, dan sebagainya sudah menjadi kebiasaan rutin yang dijumpai.
Dalam menghadapi pekerjaan yang menantang itu, kekompakan, solidaritas, menjaga kondisi fisik, dan kesiapsiagaan menjadi hal pokok bagi PPSU. Pria satu anak itu pun dituntut bertanggung jawab dalam keadaan apa pun.
Tidak hanya berurusan dengan banjir, sampah, dan bencana saja. Aktivitas pasukan oranye akrab dengan masalah lingkungan, seperti perbaikan saluran dan penghapusan coretan sarana umum akibat vandalisme pun mereka tangani.
"Beberapa kasus misalkan saluran tersumbat sampah dan banyak tikusnya pun kami pun siap menangani," kata Dadang.
"Pasukan oranye harus siap terjun ke lapangan dalam keadaan apa pun. Harus siap. Solidaritas, kekompakan personel, kenyamanan kerja harus dibangun," imbuhnya.
Sementara Lurah Kalibata Selatan Denny Isnandar menyampaikan, di wilayahnya sebanyak 86 PPSU yang siap disiagakan. Mereka bekerja terbagi dalam tiga sif. Pertama dari mulai pukul 07.00-15.00 WIB, kedua pukul 15.00-23.00 WIB, dan ketiga 23.00-07.00 WIB.
"Sif ketiga itu bertugas menangani sampah di jalan protokol untuk sampah agar saat pagi hari jalanan kota sudah bersih dari sampah," ujarnya.
Dia menambahkan, PPSU bekerja siang malam hingga pagi hari. Selama 24 jam penuh, tim pasukan oranye pasti ada yang berkerja.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
