
KUBAH BARU: Gunung Merapi di perbatasan Jateng DIJ masih terus bergejolak. Lava pijar kerap keluar dan terlihat jelas di malam hari dari kejauhan.
JawaPos.com - Jalur evakuasi Gunung Merapi di Klaten dan Magelang dalam kondisi tak normal alias rusak. Proyek galian C diklaim menjadi penyebabnya.
Padahal, dua wilayah tersebut termasuk ke dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi, bersama Kabupaten Boyolali. Bahkan, jalur evakuasi yang rusak di Magelang merupakan satu-satunya jalur penyelamatan di lokasi tersebut.
"Khusus untuk Magelang nggak terlalu masalah sebetulnya, karena cuma 400 meteran (yang rusak). Namun, itu cuma satu-satunya jalur," kata Kalakhar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana kepada JawaPos.com.
Untuk yang di Klaten, menurut Sarwa, kondisinya masih sedikit lebih baik. Karena meski jumlah jalur yang rusak ada beberapa, namun di sana terdapat jalur alternatif. "Dan kondisinya cukup bagus. Teman-teman di Klaten akhirnya membuat opsi yang kedua. Yaitu menggunakan jalur perkampungan, mulus dan lebar," terangnya lagi.
Kata Sarwa, rusaknya sejumlah jalur evakuasi ini disebabkan oleh adanya penambangan pasir atau jenis galian C. Mereka bahkan kerap kali menerobos radius aman yang sudah ditetapkan sehingga pada akhirnya membahayakan nyawa mereka sendiri.
Sementara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku sudah meminta bupati setempat untuk memerbaiki jalur-jalur rusak tadi. Karena itu memang kewenangan masing-masing daerah.
"Tapi mereka juga punya dilema, karena ini galian C ilegal. Maka itu rusak semua, over tonase. Maka saya bilang, distop aja, Satpol PP dikasih kewenangan untuk operasi," katanya.
Namun, Sarwa menyebut ada kendala dalam memperbaiki jalur evakuasi tersebut. Masalahnya, jika belum ada mekanisme perencanaan penganggaran dalam APBD rutin, maka tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.
"Karena BTT (Belanja Tak Terduga) bupati/gubernur itu bisa keluar kalau ada status darurat bencana. Sehingga, paling tidak ada rencana dari APBD mulai hari ini atau perubahan. Itu harus ada. Maka kalau mendadak, karena levelnya naik sudah siaga atau awas, langsung perbaiki tidak bisa. Karena memang belum posisi darurat bencana, perlu regulasi," imbuhnya.
Sementara itu, terus bergejolaknya Gunung Merapi membuat wilayah sekitar siap siaga. Ketersediaan logistik menghadapi bencana pun sudah disiapkan.
Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Boyolali, Bambang Sinungharjo mengatakan meski aktivitas Merapi meninggi namun kondisinya masih waspada normal. Terkait dengan luncuran lava pijar dan awan panas menurutnya juga masih normal.
Namun dengan seringnya luncuran panas, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali dan Klaten mengalami hujan abu tipis. “Luncuran awan panas yang cukup tinggi itu menyebabkan terjadinya hujan abu tipis, tetapi hanya terjadi dalam beberapa menit saja,” ujarnya kepada JawaPos.com, baru-baru ini.
Sinung menegaskan, meski kondisi Merapi masih aman terkendali, namun pihaknya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat yang berada di radius 3 kilometer dari Gunung Merapi agar tetap waspada. “Warga saat ini memang sudah beraktivitas seperti sediakala, tetapi kami juga mengimbau kepada mereka untuk selalu waspada,” katanya.
Menurutnya, ada beberapa wilayah yang menjadi zona merah gunung Merapi. Yakni Kecamatan Tlogolele, Jrakah dan juga Klakah. Di tiga lokasi tersebut menjadi fokus untuk kewaspadaan gunung Merapi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
