
- Puluhan bendera PDIP terpasang pada tiang-tiang lampu jalan di kawasan Jakarta Selatan
JawaPos.com - Puluhan bendera PDIP terpasang pada tiang-tiang lampu jalan di kawasan Jakarta Selatan. Hal ini tentunya disayangkan banyak pihak karena tidak seharusnya fasilitas publik dimanfaatkan untuk kepentingan partai.
Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali mengakui memang belum melihat bendera-bendera tersebut terpasang di tiang lampu. Namun ia mengaku akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menertibkannya.
"Belum tahu saya. Coba kamu tanya ke Bawaslu ya itu ranah mereka, saya nanti akan koordinasi sama Bawaslu," jelasnya saat dihubungi, Senin (7/1).
Namun, Marullah menegaskan bahwa tindakan tersebut tidaklah diperbolehkan karena menggangu kegunaan tiang lampu. Ia pun enggan berkomentar banyak dan akan menyerahkan ke Bawaslu.
"Kalau tiang bukan punya kami ya, punya PLN nanti kami akan sampaikan juga ke mereka. Itu koordinasi kami, menyampaikan tiang utilitas dipakai untuk bendera," ungkap Marullah.
Marullah menyatakan akan mengonfirmasi kebenaran hal ini ke Bawaslu agar semuanya jelas. Namun ia mengimbau agar semua pihak tidak melakukan hal yang sama dan berpikir sebelum bertindak.
Pantauan JawaPos.com di lokasi, puluhan bendera merah berentetan terpasang mulai dari belokan Pancoran mengarah ke Jalan Soepomo depan Universitas Sahid, hingga ke Jalan Saharjo depan Balai Sudirman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022