Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Desember 2018 | 12.30 WIB

Di Pantai Manggar, Wisatawan Dilarang Berenang Lebih dari 15 Meter

SPOT FOTO: Patung beruang di Pantai Manggar menjadi ikon sekaligus daya tarik tersendiri bagi objek wisata di Balikpapan Timur ini. - Image

SPOT FOTO: Patung beruang di Pantai Manggar menjadi ikon sekaligus daya tarik tersendiri bagi objek wisata di Balikpapan Timur ini.

JawaPos.com - Pantai Manggar diprediksi bakal jadi destinasi favorit menghabiskan libur Natal dan tahun baru. Keramaian jelas linier dengan tingkat kerawanan. Mengantisipasi potensi orang tenggelam, ada larangan berenang lebih dari 15 meter dari bibir pantai.


Gelombang tinggi dan kencangnya angin selatan yang kerap terjadi di akhir tahun, mengancam. Bahkan, ketinggian ombak kini hampir mencapai satu meter. Pihak UPT Pantai Manggar akan memang spanduk imbauan tersebut, terutama di kawasan rawan, yakni di titik cekungan, dekat patung ikan.


Disarankan agar pengunjung tidak berenang di kawasan itu, baik anak-anak maupun orang dewasa guna menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.


"Daerah itu (cekungan) memang cukup rawan dalamnya bisa sampai dua meter lebih dan arusnya deras," ucap Kepala UPT Pantai Manggar, Rusliansyah, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Rabu (26/12).


Rusli juga menuturkan, selama ini Pantai Manggar hanya memiliki tiga penjaga pantai. Hal ini tentu sangat minim saat libur panjang seperti sekarang. Untunglah dia terbantu dengan kehadiran Basarnas dan Polairud.


"Dulu sempat dipasang bola-bola pelampung di daerah cekungan tapi hilang. Dengan jumlah penjaga pantai yang terbatas tentu kami cukup kesulitan juga untuk memberikan imbauan. Walau sudah pakai speaker, kadang masih ada aja pengunjung yang bandel. Kami harap tahun depan bisa ada tambahan penjaga pantai lagi," harapnya.


Bukan hanya keberadaan cekungan yang mesti diwaspadai. Kondisi tempat wisata di Balikpapan Timur itu juga terancam oleh serangan abrasi. Setelah lebih dari 20 meter abrasi yang terjadi selama lima tahun terakhir, beberapa titik pinggiran pantai mulai tergerus arus air laut.


Pria yang akrab disapa Rusli itu mengungkapkan, beberapa waktu lalu pada Agustus, Pantai Manggar mengalami abrasi yang cukup parah. Abrasi terjadi di Jalan Dandito. Tiga pohon ikut tumbang.


Pinggiran pantai habis dihantam arus air yang kuat. Pihaknya menyiasati penggunaan karung berisi pasir di pinggir pantai agar abrasi tidak meluas. Tentu itu hanya sementara. Pihaknya mengharapkan adanya kucuran dana APBD dari pemerintah untuk pembuatan pemecah gelombang.


"Kami perlu breakwater agar ombak tidak terus menerjang pinggir pantai dan membuat abrasi lebih parah," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore