
SPOT FOTO: Patung beruang di Pantai Manggar menjadi ikon sekaligus daya tarik tersendiri bagi objek wisata di Balikpapan Timur ini.
JawaPos.com - Pantai Manggar diprediksi bakal jadi destinasi favorit menghabiskan libur Natal dan tahun baru. Keramaian jelas linier dengan tingkat kerawanan. Mengantisipasi potensi orang tenggelam, ada larangan berenang lebih dari 15 meter dari bibir pantai.
Gelombang tinggi dan kencangnya angin selatan yang kerap terjadi di akhir tahun, mengancam. Bahkan, ketinggian ombak kini hampir mencapai satu meter. Pihak UPT Pantai Manggar akan memang spanduk imbauan tersebut, terutama di kawasan rawan, yakni di titik cekungan, dekat patung ikan.
Disarankan agar pengunjung tidak berenang di kawasan itu, baik anak-anak maupun orang dewasa guna menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.
"Daerah itu (cekungan) memang cukup rawan dalamnya bisa sampai dua meter lebih dan arusnya deras," ucap Kepala UPT Pantai Manggar, Rusliansyah, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Rabu (26/12).
Rusli juga menuturkan, selama ini Pantai Manggar hanya memiliki tiga penjaga pantai. Hal ini tentu sangat minim saat libur panjang seperti sekarang. Untunglah dia terbantu dengan kehadiran Basarnas dan Polairud.
"Dulu sempat dipasang bola-bola pelampung di daerah cekungan tapi hilang. Dengan jumlah penjaga pantai yang terbatas tentu kami cukup kesulitan juga untuk memberikan imbauan. Walau sudah pakai speaker, kadang masih ada aja pengunjung yang bandel. Kami harap tahun depan bisa ada tambahan penjaga pantai lagi," harapnya.
Bukan hanya keberadaan cekungan yang mesti diwaspadai. Kondisi tempat wisata di Balikpapan Timur itu juga terancam oleh serangan abrasi. Setelah lebih dari 20 meter abrasi yang terjadi selama lima tahun terakhir, beberapa titik pinggiran pantai mulai tergerus arus air laut.
Pria yang akrab disapa Rusli itu mengungkapkan, beberapa waktu lalu pada Agustus, Pantai Manggar mengalami abrasi yang cukup parah. Abrasi terjadi di Jalan Dandito. Tiga pohon ikut tumbang.
Pinggiran pantai habis dihantam arus air yang kuat. Pihaknya menyiasati penggunaan karung berisi pasir di pinggir pantai agar abrasi tidak meluas. Tentu itu hanya sementara. Pihaknya mengharapkan adanya kucuran dana APBD dari pemerintah untuk pembuatan pemecah gelombang.
"Kami perlu breakwater agar ombak tidak terus menerjang pinggir pantai dan membuat abrasi lebih parah," ujarnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
