
Wali Kota Batam, HM Rudi (kanan) bersama Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo.
JawaPos.com - Wali Kota Batam HM Rudi belum mau menanggapi rencana ex-officio. Tidak hanya menjadi wali kota, Rudi juga akan memimpin Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Hal ini berdasarkan keterangan yang dikeluarkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, usai rapat terbatas pada Rabu (12/12).
Sebelum berlalu meninggalkan awak media, Rudi mengatakan akan menunggu keputusan resmi dari pusat. Sampai keterangan tersebut belum diterimanya, ia tidak akan berkomentar terkait dirinya akan mempimpin BP Batam.
"Kita tunggu saja, no komen soal itu (kesiapannya menjadi Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam)," kata Rudi di Batam pada (13/12).
Sementara itu, Pengamat Ekonomi yang saat ini menjadi pengajar di STIE Bentara Persada Batam, Beni Bevly mengatakan, peleburan BP Batam berada di bawah Pemkot, menempatkan Batam seperti pada posisi Batam ketika dibentuk.
Bedanya sekarang bentuk institusi penguasa tunggal secara hukum berbeda, namun esensinya adalah adanya satu pemimpin saja. Memang saat ini perekonomian Batam mulai merangkak maju, namun hal ini tidak cukup.
Semestinya dengan segala fasilitas Free Trade Zone (FTZ) dan letak geografis yang sangat strategis, pertumbuhan ekonomi Batam bisa di atas rata-rata kota atau daerah lain di Indonesia.
Hal ini seperti pertumbuhan ekonomi Batam ketika belum ada peraturan otonomi daerah. Supaya satu daerah bisa maju, lanjut Beni, memang semestinya semua aset dan resources dikelola oleh satu pihak yang berkompeten dan dilakukan secara profesional.
"Dikelola tanpa banyak melibatkan aspek politik, tapi lebih mengutamakan pembangunan ekonomi," kata Beni ketika dihubungi pada Kamis (14/12).
Lebih jauh, Beni mengatakan bahwa apa yang terjadi di Batam saat ini, seperti pertarungan Gajah dengan Gajah, sementara di tengah-tengahnya ada Pelanduk (Kancil) mati di tengah-tengahnya.
"Dualisme kepemimpinan memang benar ada dan eksis, dan adalah hukum alam bahwa sumber daya yang bisa menghasilkan selalu terbatas. Otomatis hal ini menjadi ajang perlombaan bagi kedua pihak ini untuk mendapatkannya. Pelanduk ini adalah pertumbuhan ekonomi yang bisa kita lihat sendiri," kata Beni lagi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
